Mengenal Perasaan Overwhelming: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
- calendar_month 1 menit yang lalu

Ilustrasi seseorang merasa overwhelmed. (Foto oleh Mahdi Bafande dari Pexels)
BNews–KESEHATAN– Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, hingga tumpukan informasi harian sering kali membuat seseorang berada di titik jenuh. Kondisi ketika tuntutan emosi dan pikiran terasa melebihi kapasitas diri untuk menampungnya dikenal dengan istilah overwhelming atau kewalahan emosional.
Dilansir dari Halodoc, overwhelming dapat berdampak pada penurunan fokus, kecemasan berlebih, hingga kelelahan fisik. Meski wajar terjadi sesekali akibat perubahan besar dalam hidup atau kurang tidur, kondisi yang dibiarkan menetap dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.
Respons setiap individu terhadap kondisi overwhelming bervariasi, meliputi:
• Fisik: Jantung berdebar, otot tegang, dan gangguan tidur (insomnia).
• Emosional: Mudah marah, gelisah, sering menangis, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.
Langkah Praktis Mengatasi Overwhelming
• Ubah Skala Prioritas: Pecah tugas-tugas besar menjadi langkah kecil yang lebih realistis untuk diselesaikan satu per satu.
• Terapkan Mindfulness: Ambil napas dalam secara perlahan dan fokus pada kondisi here and now (saat ini).
• Rehat dari Layanan Digital: Matikan notifikasi dan istirahat sejenak dari media sosial maupun pekerjaan.
• Jaga Pola Hidup: Tetap prioritaskan waktu makan, tidur cukup, dan aktivitas fisik ringan. Hindari pelarian negatif seperti konsumsi alkohol atau obat-obatan tanpa resep.
• Buka Diri: Ceritakan beban pikiran kepada orang terdekat yang dapat dipercaya.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Tenaga Medis?
Segera temui dokter atau tenaga kesehatan mental jika perasaan overwhelming terjadi terus-menerus, mengganggu aktivitas harian, menghambat pekerjaan, atau memicu pikiran untuk menyakiti diri sendiri maupun orang lain.
(*)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar