Mengintip Hari Kedua Pelaksanaan PTM Terbatas di TK Pembina Mertoyudan Magelang

BNews—MAGELANG— Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di Kabupaten Magelang mulai dilaksanakan hari Senin (30/8/2021). PTM terbatas ini digelar di 20 sekolah mulai dari jenjang TK, SD dan SMP, yang mana salah satunya di TK Pembina Mertoyudan.

Pantauan Borobudurnews di lokasi pada Selasa (31/8/2021), sebelum siswa masuk ke area sekolah, mereka mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Kemudian dicek suhu tubuh.

Saat di dalam kelas, para siswa dan guru tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak. Di area sekolah itu, terdapat beberapa titik untuk cuci tangan dan ada handsanitizer di dalam ruang kelas.

”Pelaksanaan PTM mulai hari Senin (30/8/2021). Untuk satu kelompok hanya lima anak dan tambah satu guru jadi dalam satu ruangan ada enam orang dengan jarak 1,5 meter,” kata Kepala TK Pembina Mertoyudan, Kurniawati, di sela-sela pelaksanaan PTM terbatas, Selasa (31/8/2021).

Dia menjelaskan, seluruh siswa di TK tersebut berjumlah 82 orang namun yang mengikuti PTM terbatas ini hanya 24 orang. Yang mana di bagi menjadi lima kelompok.

”Kelompok A ada tiga dan kelompok B ada dua. Seharusnya ada 25 anak yang menjalani PTM ini tapi kurang satu karena kemarin batuk. Kita sore (satu malam sebelum pelaksanaan PTM) sudah memastikan (anak yang mau menjalani PTM) sehat atau tidak. Nah orang tuanya mungkin pengen anaknya segera berangkat sekolah jadi kurang jujur,” jelasnya.

”Kemarin itu, si anak sampai sini (sekolah) di cek suhu, di cek kesehatan dan ternyata batuk. Jadi tidak diperkenankan masuk (ke dalam kelas),” sambungnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Lebih lanjut, Kurniawati mengungkapkan bahwa PTM Terbatas ini dilaksanakan selama dua minggu dan setiap satu minggunya ada evaluasi.

”Satu tahapan ini dua minggu. Lalu untuk dua minggu yang akan datang, bergantian dengan kelompok lainnya. Untuk jam pelajarannya, dimulai pukul 07.30 hingga 09.00 wib,” ungkapnya.

Kemudian untuk siswa yang saat ini belum mengikuti PTM terbatas, kata Kurniawati, mereka mengikuti pembelajaran secara daring. Jadi para guru sebelum mengajar siswa yang menjalani PTM, akan memberi materi pelajaran kepada siswa yang belajar secara daring.

”Setiap kita memberikan (materi) ke siswa yang dirumah, orang tua ada yang bertanya ‘kapan bu bisa tatap muka? Karena ini anak-anak sudah ingin sekali sekolah’,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: