Menko Pangan Zulkifli Hasan Kunjungi Koperasi Merah Putih Candirejo Borobudur
- calendar_month Jum, 29 Agu 2025

BNews—MAGELANG— Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, berkunjung ke Koperasi Merah Putih, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Kamis petang (28/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan menekankan bahwa koperasi desa harus disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa.
“Apa saja yang diperlukan di desa itu. Misalnya minyak goreng, gula, beras. Kalau desa wisata perlu sewaan sepeda ontel. Seperti di Desa Candirejo itu, tidak perlu pupuk karena tidak ada sawahnya. Oleh karena itu, sesuai dengan potensi desanya,” ujarnya.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa inti dari koperasi desa adalah bagaimana dapat melahirkan pusat kegiatan ekonomi.
“Hingga anak mudanya bisa berlatih, mengembangkan diri, bisa menjadi pengusaha, bisa menjadi entrepreneur,” lanjutnya.
Ia juga menyebut bahwa tiap koperasi desa nantinya akan terhubung dengan koperasi lain sehingga bisa saling bertukar informasi dan usaha.
Jika di suatu desa sudah ada badan usaha milik desa (BUMDes), menurut Menteri, koperasi bisa bekerja sama.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI(KLIK)
“Jangan saling mematikan. Jadi kalau ada koperasi desa, ada badan usaha milik desa, malah disupport. Didukung oleh koperasi desanya. Jangan saling bersaing. Itu kan intinya pemberdayaan,” jelasnya.
Di wilayah Jawa Tengah, saat ini sudah ada sekitar 1.700 koperasi desa yang beroperasi.
Targetnya, seluruh Indonesia akan memiliki 10 ribu koperasi desa pada bulan ini.
Namun, menurut Menteri, masih ada kendala plafon pinjaman.
“Mudah-mudahan satu atau dua minggu akan selesai,” katanya.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa koperasi merupakan sarana usaha, bukan sekadar bagi-bagi bantuan.
“Koperasi ini bukan bagi-bagi uang. Ini pemberdayaan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa koperasi harus dijalankan dengan kerja keras, karena usaha pasti menghadapi tantangan.
Oleh karena itu, pemerintah juga membentuk satgas di tingkat kabupaten.
“Di tingkat kabupaten ketuanya bupati dan diurusi seluruh aparaturnya. Maka kalau masalah tidak bisa diselesaikan oleh pengurus, bisa diselesaikan dengan satgas. Satgas kalau tidak bisa mengatasi ada saya, ada Menko, ada Menteri. Kalau kami tidak bisa mengatasi, kami lapor Presiden,” paparnya.
Selain itu, di setiap koperasi akan ditempatkan dua PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang digaji pemerintah.
Koperasi desa juga akan mendapat pelatihan dengan modul khusus.
“Pelatihannya tidak di hotel. Ada modulnya, pengurus akan diminta membaca. Kalau mau maju harus belajar, harus mau bekerja keras,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat akan dilatih dengan cara yang benar dalam menjalankan koperasi, bukan cara yang instan.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa setiap desa akan didata potensinya.
Menurutnya, hal itu penting untuk mengetahui supply dan demand sehingga koperasi desa bisa bergerak sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Sementara itu, Kepala Desa Candirejo, Singgih Mulyanto, menambahkan bahwa koperasi hadir untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.
“Sifatnya melayani masyarakat, sementara koperasinya bisa menghidupi lembaganya sendiri,” tuturnya.
Menurut Singgih, keberadaan koperasi juga akan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman dari pemerintah atau bank.
“Akan memanfaatkan simpanan pokok, simpanan wajib, juga bisa kerja sama dengan koperasi wisata yang ada. Daripada meminjam bank,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan koperasi desa adalah keseriusan pengelolaan.
“Yang penting telaten atau tidak, tentang apa yang bisa diangkat dan digarap. Candirejo dengan desa yang lain sama,” pungkasnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar