Menko PMK Ajak Kaum Milenial Terjun Ke Dunia Pertanian

BNews—MAGELANG— Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan (PMK) Muhajir Efendi menyebut pertanian merupakan sektor strategis dalam struktur perekonomian Indonesia.

Menurutnya, pertanian juga menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja khususnya di pedesaan. Dirinya juga mengajak kaum muda agar menerjuni dunia pertanian sebagai petani milenial.

“Saya juga mengajak kaum milenial untuk menerjuni dunia pertanian, agar proses regenerasi petani tetap berlangsung di Indonesia. Tentunya petani milenial adalah petani yang punya masa depan, modern, berpikiran maju dan akan sanggup membawa Indonesia sejahtera,” kata Muhajir.

Hal tersebut disampaikan Muhajir saat launching Studium Generale Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) melalui zoom meeting. Lebih lanjut, dia menyebut bahwa petani adalah kelompok yang paling rawan terkena dampak pandemi Covid-19.

”Kami berharap sekolah tani ini sebagai jawaban dan sekaligus solusi untuk membantu para petani agar terlepas dari permasalahan akibat efek pandemi Covid-19,” harapnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Bupati Magelang Zaenal Arifin pun menyambut baik launching Sekolah Tani dan Studium Generale Unimma tersebut. Dia mengatakan kejayaan sektor agraris yang pernah dirasakan zaman dulu harus dikembalikan.

“Dulu kita pernah kedatangan ‘tamu istimewa’ selama 3,5 abad yang berkepentingan terhadap rempah-rempah kita. Itu menunjukkan bahwa kita pernah menjadi penyuplai cadangan pangan terbesar di dunia. Bahkan di era kerajaan Majapahit mengalami kejayaan sektor agraris. Kita akan kembalikan kejayaan itu,” katanya.

Untuk mengembalikan kejayaan itu, maka harus dihadirkan generasi-generasi muda untuk berpartisipasi membangun negeri, mengembalikan kejayaan nusantara.

Generasi muda, kata Bupati, merupakan generasi yang potensial sebagai generasi penerus kejayaan bangsa. “Insan pemuda yang membangun bangsa, karena siapa yang menguasai pemuda, maka ia menguasai masa depan,” imbuhnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Rektor Unimma Suliswiyadi berharap, Sekolah tani dan Studium Generale yang digagas MTCC Unimma, bekerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP MUhammadiyah ini, bisa menjadi model alternatif dalam pemberdayaan petani di Indonesia.

Lewat sekolah petani mandiri, kata dia, Unimma mencoba berkontribusi meningkatkan kesejahteraan petani melalui materi kurikulum. Kemudian wawasan petanian, potret lingkungan, kebijakan dan pergerakan petani serta tata niaga pertanian, penguatan lembaga dan jejaring petani.

“Sehingga petani mampu mengatur jual beli dan tidak diatur oleh tengkulak atau rentenir,” harapnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: