Meriahkan HUT ke-81 RI, Terminal Tidar Magelang Gelar Lomba Tarik Bus
- calendar_month 1 menit yang lalu

Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang menggelar perlombaan tarik armada bus pada Kamis (13/8/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang menggelar perlombaan tarik armada bus dengan berat sekitar 10 ton pada Kamis (13/8/2026) .
Perlombaan yang baru pertama kali diadakan di Terminal Tidar ini diikuti oleh delapan tim, yaitu lima tim dari unsur internal terminal (pegawai terminal, SPTI, asongan, agen, dan UMKM). Serta tiga tim dari instansi luar, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Perhubungan Kota Magelang.
Kegiatan ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai hiburan rakyat, melainkan juga wahana mempererat sinergitas antar-instansi serta menyemarakkan kawasan terminal.
Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang, Aris Mujiono, menyampaikan bahwa ajang ini dirancang untuk menghadirkan nuansa peringatan kemerdekaan yang berbeda di kawasan terminal.
“Tugas kami salah satunya adalah melayani angkutan umum, dan kegiatan ini diselenggarakan agar suasana terminal semakin ramai serta penuh kebersamaan,” ujar Aris, di sela sela acara.
Dia menyebut, keterlibatan peserta dari unsur internal terminal dan instansi luar ini menjadi cermin kuatnya kolaborasi di Kota Magelang. Di samping euforia lomba, Aris juga mengimbau kepada seluruh pengusaha PO bus dan kru armada agar momentum ini dijadikan pengingat pentingnya keselamatan bertransportasi.
“Harapan kami khususnya untuk para pengusaha dan kru bus, selalu gunakan bus yang memenuhi standar kelaikan jalan, baik teknis maupun administrasi, demi menjamin keselamatan para penumpang,” imbau Aris.
Aris menambahkan, sebelumnya, pihak terminal juga telah menyelenggarakan serangkaian perlombaan khas 17-an untuk jajaran internal. Seperti balap kelereng dan makan kerupuk. Lomba tersebut melibatkan personil Satpel terminal, Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), pedagang asongan, agen bus, hingga pelaku UMKM setempat.
IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Tarik Bus, Aryo Hananto, membeberkan teknis dan aturan main perlombaan. Pertandingan dilaksanakan dengan sistem gugur secara berdampingan (head-to-head) menggunakan dua armada bus di dua lintasan paralel.
Aryo menegaskan bahwa panitia menjamin azas keadilan bagi seluruh peserta. Walau tampilan fisik armada yang digunakan ada yang terkesan lebih lebar maupun ramping, seluruh beban seberat 10,6 ton. Setiap tim diisi oleh 6 orang peserta.
“Untuk teknisnya, dua tim diadu menggunakan dua bus dengan jarak tarik 25 meter. Salah satu tim yang melampaui garis finish terlebih dahulu menjadi pemenangnya. Bobot bus sama 10,6 ton,” terang Aryo.
Pada akhir gelaran, para pemenang berhak mendapatkan apresiasi hadiah uang tunai. Masing-masing sebesar Rp500.000 (Juara 1), Rp300.000 (Juara 2), dan Rp200.000 (Juara 3). (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar