Meski Masih Tutup Sementara, DTW Ketep Pass Terus Berbenah

BNews–MAGELANG– Daya Tarik Wisata (DTW) Ketep Pass yang berada di daerah Sawangan Kabupaten Magelang sudah tutup sementara selama tiga bulan lebih. Diketahui mereka tutup beroperasi sementara sejak tanggal 9 November 2020 lalu.

Kabag Pemasaran dan Promosi DTW Ketep Pass, Edward Alfian mengatakan penutupan tersebut dikarenakan status merapi naik menjadi Siaga atau level II. Meski demikian, Ia mengaku para karyawan Ketep Pass tetap masuk.

“Karena kita ada di wilayah KRB III Merapi, jadi rekomendasi BPPTKG untuk operasional tutup sementara. Namun para pegawai tetap masuk melakukan perawatan,” katanya saat dihubungi Borobudurnews.com (19/2/2021).

Perawatan yang dimaksud tersebut, lanjutnya seperti melakukan pembersihan areaa, perbaikan sarana dan prasarana umum di lokasi wisata tersebut. “Ya seperti memperbaiki kursi pengungjung, dan melakukan pengecatan. Nah, kita dianggaran perubahan juga ada perbaikan gapura di pintu masuk, itu juga sudah jadi,” imbuhnya.

Edward menjelaskan, moment tutup sementara ini bertepatan dengan musim penghujan. Dimana di daerah DTW Ketep Pass namanya rumput dan lumut itu mudah dan cepat banget tumbuh.

“Kalau musim hujan, di sektor kebersihan kita memang lebih ekstra tenaganya. Jadi karyawan tetep masuk dengan pengaturan shift,” ujarnya.

Meskipun karyawan masuk dengan shift yang diatur, Edward menyampaikan mereka tetap selalui dibekali kewaspadaan terhadap merapi. Bukan itu  saja, waspada terdapa covid-19 juga selalu diterapkan oleh karyawan Ketep Pass.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Jadi mulai dari awal-awal tutup sementara hingga sekarang, terkadang saat week end (Sabtu-Minggu) itu tetap ada wisatawan yang datang. Karena mereka tidak mengetahui kalau tutup, jadi mereka tetap di luar pagar area wisata Ketep Pass,” terangnya.

Jadi, kata Edward karyawan Ketep Pass selain yang berbedah tetap ada yang membantu mengatur di jalan depan area wisata. “Nah itu protokol kesehatan tetap dijaga, sambil kita memberikan sosialisasi kenapa DTW Ketep Pass tutup sementara. Dan kebanyakan wisatawan singgah di warung-warung pinggir jalan depan area wisata,” paparnya.

Dampak karena tutupnya DTW Ketep Pass ini, banyak pedagang yang di dalam area yang merupakan Pokdarwis Desa setempat tutup total. “Namun ada yang menarik dimana saat status merapi menjadi siaga ini. Banyak orang atau wisatawan jutru datang ke area Ketep Pass untuk melihat Merapi dari dekat, sebenarnya ini bisa menjadi moment panennya pelaku wisata di Ketep dari sisi PAD; dan bagi masyarakat yang ikut mencari rejeki disini,” ungkapnya.

Ditanya terkait informasi dari BPPTKG bahwa arah ancaman Merapi berubah, Edward mengaku sudah mengajukan surat ke Disparpora Kabupaten Magelang.

“Melalui Direktur Ketep Pass, kita sudah ajukan surat untuk beroperasi kembali sejak tiga minggu lalu, ya pertengahan Januari 2021. Hal ini berdasarkan surat terbaru BPPTKG terkait arah ancaman ke barat daya, dan kali pabelan sudah aman. Karena kita berada di barat sungai pabelan, dan jarak dari merapi 8,8 km jadi bisa jadi dasar,” terangnya.

“Saat ini masih dalam penggodokan di Dinas terkait surat pengajuan buka kembali dari kami. Ya semoga ada angin segar secepatnya,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: