Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Miliki 159 Cabang Kupat Tahu Magelang, ini Kisah Slamet Ragil

Miliki 159 Cabang Kupat Tahu Magelang, ini Kisah Slamet Ragil

  • calendar_month Sen, 6 Feb 2023

BNews–MAGELANG— Slamet Riyanto (64) atau yang akrab disapa Slamet Ragil, merupakan pemilik usaha Kupat Tahu terkenal asal Magelang. Dia memulai usahanya sejak 1 April 2007, ketika berusia 48 tahun.

“Dulu hampir 20 tahun saya bekerja sebagai salesman di salah satu perusahaan dengan jabatan supervisor.

Kemudian saya berani resign dan keluar dari zona nyaman, karena setinggi apapun jabatan saya tetap jadi karyawan, dan Ibu saya juga menyarankan kalau ikut orang terus itu tidak mungkin kaya jadi harus mandiri dan menjadi wirausaha,” ucapnya.

Ketika memantapkan diri untuk memulai bisnis kuliner, Slamet pulang ke Semarang untuk meminta ilmu kepada Ibunya dalam menekuni usaha kuliner, dan kembali ke Magelang dengan dengan mulai berjualan Soto Semarang.

3 bulan kemudian, atas saran teman-temannya dia mulai membuat Kupat Tahu, serta Tahu Gimbal.

“Orang tua saya jualan di Semarang dan tidak ada yang meneruskan, saya sebagai anak tertua dari 5 bersaudara kemudian meneruskan jualan di Blabak.

Waktu pertama kali buka Soto Slamet gak ada yang kenal akhirnya saya tambahkan Ragil lalu ramai, dan untuk Kupat Tahu itu khas Magelang yang tidak terlalu manis.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kemudian ditambah Tahu Gimbal karena perbedaanya hanya menambahkan petis dan gimbal,” terangnya.

Dalam membuka cabang yang lain, awalnya dia membuat website dan Facebook untuk mempromosikan warungnya.

Slamet sendiri menerapkan sistem kemitraan, dan saat ini telah memiliki 159 mitra di seluruh Indonesia.

“Sistemnya kemitraan bukan franchise, jadi tidak perlu royalti fee, kontrak nama, dan lainnya, hanya perlu bumbu inti dari saya.

Awalnya ada anak buah saya yang salesman keluar kena pemutusan hubungan kerja (PHK), karena dia punya tempat kemudian saya ajarin dari awal sampai sukses lalu banyak yang nanya gimana caranya gabung,” jelasnya.

Selain sebagai pemilik Kupat Tahu dan Soto Semarang, Slamet juga merupakan Ketua Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) cabang Jawa Tengah, yang kerap mengadakan festival kuliner maupun pelatihan dan berbagi ilmu seputar kuliner kepada pengusaha-pengusaha kecil.

“Teman-teman yang kena PHK maupun resign saya arahkan dan kumpulkan ke sini, dimana yang punya modal saya ajak bergabung menjadi mitra, sementara yang tidak punya saya sarankan ikut komunitas agar lebih maju dan belajar sama yang bisa,” katanya.

Slamet juga telah meraih berbagai penghargaan, seperti juara 2 Festival Kupat Tahu Magelang 2014; TOP Kuliner Indonesia Award 2015, dan masih banyak lagi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dia berharap, kepada para pengusaha kuliner terutama untuk anak muda untuk terus belajar, karena menurutnya kuliner itu tidak ada matinya.

“2023 katanya ada krisis global, harapan saya pengusaha kuliner tetap belajar dengan yang sudah ada sebagai motivasi dan inspirasi.

Dan untuk anak muda, harusnya lebih semangat, karena kalau ingin maju harus serius; fokus dan total, apalagi belajar di internet itu gratis,” tutupnya. (*/SM)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less