Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » MIRIS !!! Kena Bujuk Rayu Mahasiswa, Gadis 12 Tahun Di Jogja Dicabuli

MIRIS !!! Kena Bujuk Rayu Mahasiswa, Gadis 12 Tahun Di Jogja Dicabuli

  • calendar_month Sab, 9 Apr 2022

BNews–JOGJA-– Siapa orang tua yang tidak panik jika anak perempuannya yang masih 12 tahun belum pulang dari bimbingan belajar di rumah gurunya. Padahal, diketahui jam belajar anaknya tersebut sudah selesai.

Orangtua MN pun berusaha menghubungi dan menelepon anak gadisnya itu. Namun sayang telepon orangtua tidak diangkat.

Kepanikan kian menjadi ketika orangtua menelepon guru yang semula membimbing anaknya tersebut dan dijawab bahwa MN telah pulang setelah selesai bimbel.

Orangtua MN pun berpesan kepada gurunya untuk mengecek keberadaan anaknya itu di rumah seorang mahasiswa tak jauh dari rumah guru tersebut.

Mahasiswa itu diketahui pernah mengantar MN ketika pulang dari bimbingan belajar di rumah guru yang membimbingnya.

Dari sinilah nasih nahas MN yang masih di bawah umur terungkap. Gadis berusia 12 tahun asal Tegalrejo, Kota Yogyakarta, itu menjadi korban bujuk rayu mahasiswa.

Laporan menyebutkan, mahasiswa tersebut melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap MN.

KRONOLOGI

Mahasiswa yang tega melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur itu berinisial JN (21).

JN telah menjalani penyidikan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Apri Sawitri mengatakan, kejadian itu terjadi pada 16 Februari 2022 lalu.

Saat itu korban berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat mengikuti bimbingan belajar ke rumah gurunya.

Kebetulan lokasi bimbingan belajar itu berdekatan dengan rumah tersangka.

Orang tua korban mulai panik sebab jam pembelajaran telah selesai namun korban tak kunjung pulang ke rumah.

“Orang tua korban berupaya menghubungi ponsel korban namun tidak diangkat,” kata Apri, Jumat (8/4/2022) di Mapolresta Yogyakarta.

Orang tua korban lantas menghubungi gurunya memberitahukan bahwa korban belum pulang ke rumah.

Padahal penuturan dari guru tersebut korban telah berpamitan untuk pulang ke rumah setelah pembelajaran selesai.

Orang tuanya kemudian berpesan kepaga guru pembimbing untuk mengecek ke rumah tersangka.

Alasannya karena tersangka kerap mengantar korban ke rumahnya seusai pembelajaran itu selesai.

“Tidak sering mengantar korban tapi sesekali saat orang tuanya berhalangan. Kebetulan keluarga mereka sudah saling kenal,” ujarnya.

Di KAMAR

Saat dicek ke rumah tersangka, guru korban kaget mendapati korban berduaan di rumah tersangka.

Ia lantas meminta korban untuk pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, orang tua korban menanyakan korban apa saja yang dilakukan di rumah tersangka.

“Korban kemudian mengaku bahwa ia main dan diajak tersangka masuk ke kamarnya serta dijanjikan dengan kata-kata manis untuk mau diajak berhubungan suami istri,” ungkap Apri.

Saat mengajak korban, tersangka merayunya dengan kata-kata manis.

Apri menyampaikan kata-kata yang dilontarkan tersangka kepada korban misalnya tersangka mengaku sayang dan suka terhadap korban dan mengajaknya untuk berhubungan badan.

“Tersangka mengaku baru sekali melakukan hubungan dengan korban,” jelas April.

Ibu korban yang mengetahui aksi tersangka lantas melaporkannya ke pihak kepolisian.

PELAKU MEMBANTAH PERBUATANNYA

Pelaku ditangkap di kediamannya di wilayah Tegalrejo.

Atas kasus itu, polisi menyita pakaian luar dan pakaian dalam korban, serta pakaian luar dan pakaian dalam pelaku.

Selain itu penyidik Unit PPA Polresta Yogyakarta juga mengamankan satu bantal berwarna biru yang diduga digunakan untuk alat bantu dalam persetubuhan itu.

Meski terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual, tersangka JA mengelak telah berhubungan badan dengan korban.

Bahkan JA mengklaim bahwa dialah yang dipaksa oleh korban untuk berhubungan intim.

“Saya menyesal telah kenal dengan korban dan kami tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Saya juga punya pacar. Saya waktu itu juga hanya diam dan korban yang gerak,” ungkap JA saat dihadirkan dalam jumpa pers. (*/tribun)

About The Author

  • Penulis: Joe Joe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less