Borobudur International Arts Festival Habiskan Rp 1,2 Miliar, Apa Dampaknya ?

BNews—BOROBUDUR— Kegiatan Borobudur International Arts and Performance Festival (BIAPF) 2019 akan kembali digelar di komplek Taman Lumbini Candi Borobudur. Kegiatan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disparpora) Pemprov Jateng ini menghabiskan dana Rp 1,2 miliar.

Dikutip dari laman LPSE Pemprov Jateng, dana untuk kegiatan ini Rp 1,2 Miliar. Pemenang tendernya adalah CV More Media Kreasi dari Sleman Jogjakarta. Perusahaan ini menyisihkan 12 persaing lainnya.

Tahun ini, BIAPF mengusung tema “Harmony in Diversity” akan mulai digelar pada 5-7 Juli 2019. Selain di Komplek Candi Borobudur juga akan dipecah di Kawasan Candi Pawon. Di Pawon akan ada pasar rakyat.

Kepala dinas Pemuda olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Sinung N Rachmadi seperti dikutip Genpi menuturkan, Perhelatan Borobudur International Arts and Performance Festival 2019 (BIAPF) Akan menjadi perhelatan pertemuan seni-seni tradisi Jawa, Nusantara dan Mancanegara. Borobudur menjadi spirit bersama melestarikan dan menumbuhkan seni tradisi.

Loading...

Namun, tahun lalu, even ini dinilai gagal. Dampak pariwisatanya masih sangat sedikit. Pesona Magelang, grup pariwisata di Magelang menyebut pagelaran ini terlalu ekslusif. Tidak bisa dinikmati masyarakat. Sosialisasinya juga kurang.

Terlebih, even yang menghabiskan anggaran miliaran ini juga masih minim melibatkan para pelaku wisata lokal. Wisatawan yang datang di even ini pun hanya sedikit. (bn1/bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: