Motor KLX yang Dicuri Wisatawan Parangtritis Ketemu, Begini Kondisinya

BNews—JOGJAKARTA— Kasus raibnya motor trail Kawasaki KLX AB 6495 BS milik Hari Aking Budi Setyawan warga Mancingan Parangtritis Kretek Bantul menemui titik terang. Motor KLX seharga Rp19 juta yang dicuri wisatawan ini ditemukan di sebuah bengkel di Purworejo. Akan tetapi, pelaku pencurian motor belum ditemukan.

Kapolsek Kretek Kompol S Parmin SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Kretek Iptu Jumadi menjelaskan, motor tersebut diduga ingin dimodifikasi pelaku untuk menghilangkan jejak. ”Pelaku pada awalnya ingin dilakukan perbaikan. Namun keburu diendus petugas,” jelasnya.

Kini barang bukti motor yang sudah turun mesin dan tinggal rangka itu disita penyidik Reskrim Polsek Kretek. Sebagaimana diketahui, motor KLX tersebut dilarikan wisatawan dengan dalih ingin disewa pada Selasa lalu (6/4).

Ia mengungkapkan, raibnya motor KLX terjadi Selasa sore lalu di Pantai Parangtritis Kretek Bantul. Sore itu pelaku bermaksud menyewa KLX dengan kesepakatan uang sewa Rp100 ribu per 20 menit. 

Setelah disepakati, motor dibawa pelaku. Sampai batas waktu penyewaan, ternyata motor tidak kembali. Korban pun kemudian melapor polisi.

Berdasarkan laporan itu, polisi langsung bergerak mencari pelaku dan motornya. Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi jika motor KLX masuk bengkel di Dusun Kemantren Lor Desa Gebang Purworejo.

Polisi bergerak ke bengkel itu dan berhasil mendapatkan motor korban. Meski demikian, pelaku diketahui kabur dan pemilik bengkel tak tahu identitasnya. 

Baca juga: Wisatawan Bawa Kabur Motor KLX Sewaan di Parangtritis, Ini Tampang Pelakunya

Kepada penyidik, pemilik bengkel menjelaskan kronologis motor bisa masuk bengkelnya. Menurut Parmin, motor KLX itu masuk bengkel Rabu pagi (7/4) dibawa pelaku.

Dalam pembicaraan itu, pelaku minta motor diservis serta dicat warna hitam. Kuat dugaan pelaku meminta dicat hitam untuk menghilangkan jejak.

”Karena motor itu mengeluarkan asap, pelaku minta agar mesin dibongkar sekalian dengan biaya keseluruhan Rp2 juta,” ungkapnya. Setelah itu pelaku bermaksud meminjam motor tetapi pihak bengkel tidak membolehkan.

”Pemilik bengkel juga tidak tahu pelaku kemana,” ujar Parmin.

Hingga kini, polisi masih memburu pelaku. Polisi memiliki petunjuk wajah pelaku lantaran sebelum menyewa motor trail, sempat difoto sebagai syarat menyewa.

”Kami masih memburunya,” tegas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: