Mulai Dibuka Candi Borobudur Hanya Boleh Dikunjungi Sedikit Orang, Ini Jumlahnya

BNews—BOROBUDUR— Hari ini (25/6/2020) Candi Borobudur mulai dibuka untuk wisatawan. Masa ujicoba pembukaan ini digelar setelah mendapatkan restu dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono menuturkan pembukaan ini dilakukan setelah semua protokol kesehatan diuji.

”Kami sebelumnya telah mempersiapkan prosedur protokol kesehatan Covid-19 kurang lebih selama dua bulan lamanya. Setelah itu dilakukan simulasi yang dievaluasi langsung oleh Bupati Magelang dan Gubernur Jawa Tengah.” kata Edi Setijono.

Termasuk diantaranya pembatasan jumlah kunjungan wisatawan ke Borobudur. Jumlahnya 10-15 persen saja.

“Sesuai aturannya sebenarnya kita boleh menerima pengunjung hingga 50 persen. Tetapi kita tidak ingin gegabah, kita akan melakukan pembatasan pengunjung hanya 10 sampai 15 persen atau maksimal 1500 orang perhari,” kata dia.

Kepala Dinas Olahraga Kepemudaan dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi menyebut dibukanya Candi Borobudur diharapkan mengangkat kembali perekonomian yang terdampak Covid-19.

“Kami Disporapar Provinsi Jawa Tengah mewakili gugus tugas Covid provinsi menyampaikan rekomendasi untuk dilaksanakannya uji coba. Dan ini sejalan dengan kebijakan Pak Bupati terkait dengan kebijakan gugus tugas Covid setempat,” kata Sinoeng.

Loading...

Rencananya pembukaan uji coba operasional Candi Borobudur dibagi menjadi dua shift agar tidak terjadi kerumunan pengunjung.

“Paling tidak bisa dibagi menjadi dua shift, bisa pagi dan siang. Jadi tidak langsung 1500 pengunjung, tetapi bisa dibagi menjadi dua agar petugas pun bisa melayani dengan maksimal,” katanya.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan pertinbangan penyebaran Covid-19 di wilayah Borobudur sudah cenderung membaik. Bahkan Borobudur masuk Zona Kuning.

Menurutnya terdapat 7 prinsip dasar protokol kesehatan yang harus menjadi pedoman kegiatan selama masa kenormalan baru.

“Jadi tidak hanya aktifitas di Candi Borobudur saja. Nantinya kedepan juga akan diterapkan di seluruh tempat termasuk destinasi wisata yang lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Magelang,” pungkas Zaenal.(her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: