Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Siap Dibuka 14 Juli 2026, Tampung 1.080 Siswa

Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Siap Dibuka 14 Juli 2026, Tampung 1.080 Siswa

  • calendar_month 20 menit yang lalu

BNews-JATENG – Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dipastikan siap menerima peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah menargetkan operasional sekolah dimulai pada 14 Juli 2026.

Kesiapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meninjau Sekolah Rakyat Sukoharjo, Kamis (2/7/2026).

Menurut Sumarno, dari sejumlah pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Jawa Tengah, fasilitas di Kabupaten Sukoharjo menjadi yang paling siap untuk beroperasi. Sementara itu, pembangunan sekolah di daerah lain masih berlangsung.

Ia menegaskan, seluruh proses penerimaan peserta didik beserta persiapan operasional harus segera diselesaikan agar pembelajaran dapat dimulai sesuai jadwal.

“Posisi memang tahun ajaran sudah harus mulai, sehingga kita harus segera berproses untuk menerima siswanya,” pungkas Sumarno.

Hingga kini, tercatat terdapat 16 Sekolah Rakyat di Jawa Tengah yang terdiri atas sekolah rintisan maupun permanen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap seluruh sekolah rintisan dapat terus berproses hingga menjadi sekolah permanen.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memastikan Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo mulai beroperasi pada tahun ini. Ia juga menekankan pentingnya perawatan fasilitas sekolah melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Perawatannya harus betul-betul disinergikan atau dikolaborasikan antara Kemensos sama pemerintah daerah. Karena ini tanahnya memang milik tanah pemerintah daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa kurikulum Sekolah Rakyat akan menggunakan pendekatan multi entry dan multi exit yang disusun bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Model tersebut dinilai lebih fleksibel untuk mengakomodasi berbagai latar belakang dan kemampuan peserta didik.

“Jadi nanti kalau ada anak SD yang menyusul mau masuk ke sekolah tidak ada masalah,” ujarnya.

Selain kurikulum yang fleksibel, pemerintah juga memprioritaskan tenaga pendidik berasal dari daerah tempat Sekolah Rakyat berada. Dengan demikian, sekolah di Sukoharjo akan didukung guru-guru asal Kabupaten Sukoharjo.

Agus menambahkan, fasilitas pendukung juga telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan tenaga pendidik maupun keluarga siswa.

“Disiapkan asrama untuk guru, untuk kepala sekolah, dan orang tua kalau sewaktu-waktunya datang juga sudah disiapkan guest house,” pungkasnya.

Dilengkapi Asrama dan Beragam Fasilitas

Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo dibangun di atas lahan seluas 52.205 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 29.693 meter persegi.

Kompleks sekolah tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain gedung sekolah, asrama siswa, rumah susun guru, guest house, gedung serbaguna, masjid, rumah ibadah, kantin, dapur, rumah genset, lapangan basket, serta lapangan mini soccer.

Sekolah ini memiliki kapasitas menampung hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 30 rombongan belajar. Rinciannya meliputi 18 rombongan belajar tingkat SD dengan kapasitas 540 siswa, sembilan rombongan belajar tingkat SMP untuk 270 siswa, serta sembilan rombongan belajar tingkat SMA yang mampu menampung 270 siswa. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less