Musim Hujan Tiba, Ini Wilayah di Magelang yang Paling Sering Longsor

BNews—MUNGKID— Musim penghujan diprediksi akan segera terajadi di wilayah Kabupaten Magelang. Jika musim kemarau acaman kekeringan melanda, di musim hujan bahaya tanah longsor mengintai.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan selain tanah longsor, ancaman lain adalah angin putting beliung.  Berkaca tahun lalu, ancama ini diprediksi masih akan terjadi di musim penghujan ini,

Advertisements


Edi menyebutkan kejadian tanah longsor paling sering terjadi di Kecamatan Salaman dengan 48 kejadian di tahun 2018, kemudian disusul Kecamatan Borbudur dengan 24 kejadian, kemudian Sawangan, dan Kajoran. “Sementara puting beliung terjadi hampir di semua Kecamatan,” katanya.


Menurutnya, jumlah kejadian bencana di wilayah Kabupaten Magelang mulai dari tahun 2014-2019 terus mengalami peningkatan, dan didominasi oleh bencana hidrometeorologi (bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air).

“Di tahun 2018 hingga akhir tahun kemarin sebanyak 447 kejadian, dan didominasi oleh bencana hidrometeorologi (209 tanah longsor dan 105 angin kencang),” kata Edi, disela-sela rapat koordinasi pengurangan resiko bencana.

Menurutnya, kejadian tanah longsor dan angin kencang memiliki daya pacu yang cukup tinggi, baik berdampak dalam menimbulkan kerugian harta benda, ataupun kerugian sosial masyarakat.

Disamping itu, Kabupaten Magelang juga memiliki ancaman kekeringan pada musim kemarau yang baru saja terjadi. Namun demikian BPBD Kabupaten Magelang harus selalu tanggap darurat, dengan memberikan bantuan berupa droping air. Memasuki musim penghujan, Edi mengatakan, bencana yang harus diwaspadai adalah tanah longsor dan angin kencang, selain itu juga banjir. 

“Tidak ada satu kecamatan pun di Kabupaten Magelang yang bebas dari ancaman bencana, meskipun dalam bentuk yang berbeda-beda,” katanya. (wan/jar)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: