Musrenbang Jateng, Gubernur Ganjar Serap Aspirasi Secara Daring

BNews—SEMARANG— Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan konsultasi publik penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Tengah tahun 2022 resmi dimulai. Acara ini dibuka secara daring pada Rabu (10/1/2021).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun meminta semua daerah untuk menyiapkan program-program prioritas, terutama pada sektor yang terdampak pandemi.

“Kami minta semua menginventarisir beberapa hal, khususnya terkait pandemi. Kondisi pandemi yang menggempur seluruh sektor, harus menjadi ukuran pertama dalam penyusunan program,” ucapnya saat membuka masa Musrenbang Jateng tahun 2022 di kantornya.

Dia menjelaskan bahwa penurunan angka kemiskinan menjadi program prioritas utama. Selain itu, juga pengurangan angka pengangguran, penyelesaian sektor kesehatan dan upaya untuk meningkatkan ekonomi juga tak kalah penting untuk diselesaikan.

“Termasuk sektor lain seperti infrastruktur dan masukan dari difabel, komunitas anak, perempuan, nelayan, petani dan lainnya harus ditampung untuk ditindaklanjuti,” jelas dia.

Terkait musrenbang dan konsultasi RKPD Jateng tahun 2022 yang dilakukan secara daring tersebut, Ganjar meminta masyarakat tak perlu berkecil hati. Karena tidak dapat menyampaikan masukan secara langsung.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, silahkan aktif memberikan masukan dan usulan kepada kami secara daring melalui kanal yang sudah kami siapkan,” ujar dia.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Terdapat dua kanal bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Musrenbang 2022, antara lain kanal jatengprov.go.id/masukanrkpd2022 dan di kanal rembugan.jatengprov.go.id.

“Silakan manfaatkan dua kanal itu untuk memberikan masukan dan saran kepada kami. Setiap usulan dan masukan pasti akan ditampung dan dijadikan pertimbangan dalam penyusunan program kerja,” imbuh Ganjar.

Sementara itu Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo menambahkan, pembukaan Musrenbang ini menjadi awal dalam penyusunan RKPD Jateng 2022. Setelah dibukanya masa Musrenbang 2022 nanti, langkah selanjutnya yakni akan dilakukan penajaman di tingkat Forum SKPD.

“Setelah itu, dilanjutkan dengan penyerapan aspirasi masyarakat lewat forum Musrenbangwil di seluruh eks karesidenan. Baru dilanjutkan dengan Musrenbangprov dan terakhir adalah dialog antara eksekutif dengan legislatif,” pungkasnya. (lhr/mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: