Hasil Lab Keracunan MBG di Candimulyo Magelang Terungkap, Bakteri Ini Ditemukan pada Sampel Makanan
- calendar_month 24 menit yang lalu

ilustrasi makanan MBG dari dapur SPPG
BNews—MAGELANG— Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa SMPN 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, telah keluar.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah sampel makanan dan sisa muntahan siswa positif mengandung bakteri Staphylococcus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Dr Lies Pramudiyanti, membenarkan hasil pemeriksaan tersebut. Hasil laboratorium selanjutnya akan disampaikan kepada dokter yang menangani para siswa untuk menjadi bahan tindak lanjut medis.
“(Hasil laboratorium) Iya, ada beberapa makanan yang mengandung positif staphylococcus. Nah, ini hasil ini akan kita kembalikan ke dokter yang merawat pasien untuk ditindaklanjuti. Apakah pengobatannya yang kemarin sudah cukup atau dipantau perkembangannya seperti apa,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Dr Lies Pramudiyanti saat dihubungi wartawan, Rabu (19/8/2026).
Dinkes Kabupaten Magelang juga masih melanjutkan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih jauh penyebab dan faktor yang memicu kejadian tersebut.
“Selanjutnya dengan hasil ini, kami Dinas Kesehatan tetap melanjutkan penyelidikan epidemiologi. Dan mengeluarkan langkah-langkah untuk evaluasi bersama dan harapannya kasus ini tidak terjadi kembali,” sambung Lies.
Bakteri Ditemukan pada Muntahan dan Sampel Makanan
Lies menjelaskan, bakteri Staphylococcus ditemukan dalam sampel muntahan siswa. Selain itu, bakteri yang sama juga ditemukan pada sejumlah sampel makanan.
“Staphylococcus. Itu di muntahan iya, terus ada di anggur, ada di tempe,” imbuhnya.
Menurut Lies, keberadaan bakteri tersebut dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh dan membutuhkan penanganan medis.
“(Dampaknya) Kuman itu kalau dikonsumsi tubuh, harus dengan pengobatan. Biasanya yaitu tadi ada demam, seperti itu. Iya, bakteri,” ujar Lies.
Dinkes Kabupaten Magelang memastikan penanganan tidak berhenti setelah hasil laboratorium keluar. Pembinaan, pengawasan, dan evaluasi akan tetap dilakukan terhadap pihak-pihak terkait.
“SPPG, supaya ini menjadi pembelajaran kita dan hasil penyelidikan epidemiologinya tetap dilanjutkan. Kita keluarkan langkah-langkah untuk antisipasi supaya tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
26 Siswa Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit
Sebelumnya, sekitar 26 siswa SMPN 3 Candimulyo dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (7/8/2026).
Puluhan siswa tersebut kemudian dilarikan ke RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah mendapatkan perawatan, seluruh siswa yang menjalani penanganan awal diperbolehkan pulang pada malam harinya. Namun, kondisi sejumlah siswa kembali mengalami keluhan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Dari 26 siswa tersebut, sembilan di antaranya kembali dilarikan ke RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang pada Selasa (11/8/2026).
Sembilan siswa tersebut kemudian menjalani rawat inap. Pada Rabu (12/8/2026), dua siswa telah diperbolehkan pulang, sedangkan tujuh siswa lainnya baru diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada Jumat (14/8/2026).
Sebagai buntut dari dugaan keracunan tersebut, SPPG Giyanti yang berada di Desa Tempak, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, dilakukan suspend atau penghentian operasional sementara.
Dinkes Kabupaten Magelang kini melanjutkan penyelidikan epidemiologi serta pembinaan dan pengawasan sebagai langkah evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar