Napi Asimilasi Corona Jebolan Nusakambangan Kembali Ditangkap Polisi

BNews—NASIONAL— Tiga narapidana yang baru saja bebas melalui program asimilasi kembali dijebloskan ke penjara. Napi ’alumni’ Lapas Terbuka Nusakambangan ini ditangkap polisi saat hendak mencuri sepeda motor.

Bukannya tobat, napi asal Kebumen dan Banyumas ini bersekongkol membangun sindikat baru. Beruntung, niatan mereka mencuri motor di Desa Sidogede, Kecamatan Prembun, Kebumen kandas setelah keteledoran mereka sendiri. Dua napi kabur meninggalkan rekannya saat warga memergoki aksi kriminalnya.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan tiga bekas napi Nusakambangan DP, 33, asal Kecamatan Mirit dan AM, 26, asal Kecamatan Alin, Kebumen. Lalu JA, 21, asal Purwokerto Sematan, Banyumas.

”Karena mendapat asimilasi, mereka keluar, tapi tidak kerja. Mereka mencari kebutuhan dengan mencuri dan ini sudah direncanakan sebelumnya,” kata Rudy, kemarin, (17/4)

Rudy menjelaskan, kronologi bermula ketika ketiga napi sepakat untuk bertemu di rumah JA. Kebetulan, JA memiliki kunci letter T untuk melancarkan aksinya, Rabu (15/4).

Kemudian mereka menuju Pasar Prembun naik motor berboncengan tiga orang. Setelah memarkirkan motor, mereka berjalan kaki ke Desa Sidogede mencari target rumah. Di sana, mereka melihat mangsa empuk sebuah motor terparkir di halaman.

”DP dan AM bertugas mengawasi lingkungan. Sedang JA mencuri kendaraan. Setelah berhasil, JA tancap gas dan AM langsung membonceng,” jelasnya

”Tetapi DP ketinggalan di lokasi karena terlanjur kepergok warga, diteriaki maling dan berhasil ditangkap massa,” imbuh dia.

Loading...

Mengetahui terjadi kriminal di wilayah hukumnya, penyidiki Satreskrim Polres Kebumen bergerak cepat. Dari hasil interogasi DP alamat para napi berhasil dikantongi. Hari itu juga, Polres Kebumen berhasil meringkus dua napi asimilasi berikut barang bukti sepeda motor.

”Keduanya ditangkap tanpa perlawanan,” tegasnya.

Rudy menambahkan, AM telah menjalani kurungan 5 tahun 4 bulan karena mencuri handphone, laptop dan sepeda motor di Kebumen pada 2017. Dia bebas pada 1 April 2020 lalu.

Baca juga: Prihatin Warga Masih Nongkrong Larut Malam, Ganjar Dorong Kemungkinan PSBB

Kemudian, DP mencuri burung di Kecamatan Alian, Kebumen pada 2019. Dia menjalani kurungan 22 bulan dan bebas pada 2 April 2020.

Sementara JA, mencuri handphone di Purwokerto pada 2018 lalu dengan putusan hukuman 2,5 tahun. Dia bebas bersyarat pada 26 Maret 2020.

Dengan kejadian tersebut, Kapolres berharap hukuman berat menimpa tersangka. Apalagi diketahui pelaku kejahatan ialah napi asimilasi dan residivis.

”Di situasi pandemi covid-19 dan kebutuhan meningkat, masyarakat untuk lebih berhati-hati menyimpan harta benda,” pungkas dia. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: