Narapida Asimilasi di Boyolali Kembali Berulah Dan Dijebloskan ke Penjara

BNews—BOYOLALI—Seorang narapidana asimilasi kembali diamankan jajaran Polres Boyolali. Pelaku melakukan aksi penipuan online hingga korbannya mengalami kerugian belasan juta rupiah.

Napi tersebut diketahui bernama Sayid Muhammad Ferhad, 40 tahun. Sebelumnya, ia terjerat kasus penggelapan motor dan sudah keluar penjara setelah mendapat asimilasi, hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu A M Tohari.

“Kami menangkap seorang narapidana yang bebas asimilasi dari Rutan Boyolali karena melakukan tindak pidana penipuan online,” kata dia, kemarin (17/6/2020).

Dia menjelaskan, pelaku  mengaku kepada korban sebagai dua peran berbeda. Yakni petugas Rutan Boyolali dan petugas Bapas Surakarta.

”Sedangkan korbannya bernama Parjiyanto asal Bendan, Bayudono, Boyolali. Korban merupakan kakak ipar dari napi Mulato.Korban ditipu pelaku dengan ditawarkan proses pengusulan dan percepatan,” jelasnya.

Lanjut Tohari, untuk adik ipar korban, Mulato, merupakan napi dengan tindak pidana perlindungan anak.  Awalnya, pelaku menelepon korban dan menawarkan program pengurusan percepatan pembebasan narapidana atas nama Mulato.

“Pelaku menelpon korban dan sempat dihubungi sebanyak enam kali untuk meminta uang. Dari aksi pelaku tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 15 juta,” paparnya.

Korban pun menuju Rutan Boyolali dan menyadari bahwa ia ditipu, kemudian langsung melapor ke Polres Boyolali. “Setelah mendapat laporan, tim Sapujagad Satreskrim Polres Boyolali melakukan penyidikan dan berhasil menangkap pelaku di Wonosobo, Sabtu lalu,”  imbuh Tohari.

Tambahnya, petugas berhasil mengamankan pelaku berikut beberapa barang bukti. Seperti Hape Samsung Duos lipat putih, Hape Oppo A5S hitam, buku tabungan BRI, ATM BRI dan BCA, dan satu SIM card Telkomsel.

“Kami juga mengamankan beberap barang lain, seperti celana,topi, gesper, jaket, dompet, sikat gigi, tas hitam, dan uang sisa kejahatan sebesar Rp 469 ribu,” imbuhya.

Akibat perbuatannya, selain dijerat KUHP Pasal 378 tentang penipuan, hak asimilasi pelaku juga bakal dicabut.”Pelaku dijerat tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: