Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » “Ojo Ilang Jowone”, Disdikbud dan KSBN Gelar Sinau Basa Jawa lan Busana Jawa di Magelang

“Ojo Ilang Jowone”, Disdikbud dan KSBN Gelar Sinau Basa Jawa lan Busana Jawa di Magelang

  • calendar_month Sen, 1 Des 2025

BNews-MAGELANG– Upaya pelestarian budaya kembali digelorakan melalui kegiatan Sinau Basa Jawa lan Busana Jawa yang digelar pada Senin, 1 Desember 2025 di BPOW Ketep Pass, Sawangan, Magelang.

Acara ini mengusung tema Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional dan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Magelang.

Kegiatan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Kepala OPD terkait, anggota KSBN, perwakilan KNPI, IPNU, IRM, PWI hingga para guru MGMP Seni Budaya.

Dua narasumber dihadirkan, yakni Dra. Ari Siswarsani dari LKP Dhitta Wedding sekaligus Pengurus HARPI Jawa Tengah. Ia membawakan materi tentang tata busana Jawa. Serta Bambang Supriyono dari KSBN Jawa Tengah yang mengisi materi bahasa Jawa.

Dalam sambutan Bupati Magelang Grengseng Pamudji yang diwakili Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang; Achmad Husein, menyampaikan pesan Bupati Magelang yang menekankan pentingnya pelestarian budaya Jawa di tengah derasnya arus modernisasi.

“Saya selaku Bupati Magelang menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada KSBN serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta semua pihak yang telah menggagas dan melaksanakan acara yang sangat penting ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Bahasa Jawa dan Busana Jawa bukan sekadar sarana komunikasi maupun pakaian, tetapi merupakan fondasi jati diri masyarakat Jawa.

CEK BERITA UUPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Bahasa Jawa, khususnya Unggah-Ungguh Basa seperti krama dan ngoko, mengandung ajaran sopan santun, etika, tata krama, serta penghormatan. Demikian pula Busana Jawa, setiap corak dan bagiannya memiliki makna dan filosofi yang dalam,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap peserta semakin memahami kaidah penggunaan bahasa dan busana Jawa yang benar. Disdikbud juga diharapkan mampu menghadirkan program kreatif agar pembelajaran Bahasa Jawa semakin menyenangkan dan menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, seluruh lapisan masyarakat, terutama guru dan orang tua, diminta menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya tersebut. “Mari kita bergerak bersama! Melestarikan budaya Jawa ini, karena semua itu bukan semata-mata tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Harapannya, jangan sampai ‘hilang jawane’ karena perkembangan zaman,” tegasnya.

Acara ditutup dengan pesan budaya yang sarat makna, “Ajining Diri Saka Lathi, Ajining Raga Saka Busana,” sebagai pengingat bahwa perkataan dan penampilan adalah cermin kemuliaan diri. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less