Kisah Desa-Desa yang Hilang di Lereng Merapi Magelang

BNews—SRUMBUNG— Di kawasan lereng Gunung Merapi yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Merapi banyak desa-desa yang telah hilang. Desa-desa itu dipindahkan atau “Bedol Desa” karena ancaman bahaya erupsi dan banjir lahar dingin.

Penelusuran borobudurnews.com, saat Merapi meletus hebat periode tahun 1950 hingga 1960-an silam, banyak masyarakat di lereng Merapi wilayah Magelang di Transmigrasikan ke luar Jawa. Saat itu, Magelang dipimpin Bupati Achmad.

Advertisements


Ada dua cara menyelamatkan warga yang tinggal dikawasan terdepan dengan Merapi. Yakni memindahkan masyarakat ketempat aman atau mengtransmigrasikan masyarakat ke luar Pulau Jawa. Karena sebelumnya program transmigrasi ke luar pulau jawa sudah pernah dilakukan di tahun 1961.


Sebelumnya pemerintah daerah kabupaten Magelang memerintahkan Ir. Sutrisno Kepala Proyek Penanggulangan Bencana Alam Merapi membangun tanggul seharga Rp 8 juta di desa Plalangan. Tujuannya untuk menghindarkan penjatuan kali Blongkeng dan Kali Lamat.

Kemudian, Pemkab Magelang memindahkan sebanyak 197 Keluarga dari Desa Bakalan yang terletak lebih rendah dari dasar kali Krasak ketempat yang lebih aman. Dan berhasil menciptakan satu Desa baru bernama Merapi Asri di Sumatera.

Pada tahun 1961 jugam telah dilakukan transmigrasi secara bergelombang. Masyarakat dari Desa lereng Merapi yakni Gimbal, Ngori, Brubuhan, Kemiren, Ngargosako, Tegalrandu, Ngablak, Mranggen, Ngargomuljo dan Keningar secara kilat dipindahkan ke Sumatra Selatan. Beberapa desa sebagian sudah tidak ada lagi.

Namun Prorgam saat itu belum berjalan lancar karena masih banyak masyarakat yang tertinggal. Sebanyak  1316 orang dari Srumbung dan 396 orang dari Kecamatan Dukun tertinggal dan kembali ke wilayahnya kembali. Karena lama tidak diberangkatkan transmigrasi, penduduk tertinggal ini kembali membangun desanya. (next page)

HALAMAN BERIKUTNYA >>>>>

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: