Optimalkan Pengelolaan Sampah, Aisyiyah Kedungsari Kota Magelang Bersama Unimma Gelar Pelatihan Pembuatan Biopori
- calendar_month Kam, 5 Feb 2026

Pimpinan Ranting Aisyiyah Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang bersama Unimma menggelar pelatihan pembuatan biopori kepada warga setempat, Rabu (4/2/2026). (foto: ist)
BNews–Magelang– Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang menggelar pelatihan pembuatan biopori kepada warga setempat. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma).
Dalam program pengabdian kepada masyarakat dilingkungan persyarikatan yang diketuai Dra Marlina Kurnia ini, digelar kegiatan Qoryah Toyyibah dengan tema “Pemberdayaan Anggota Ranting Aisyiyah Kedungsari Dalam Manajemen Sampah Rumah Tangga Melalui Teknologi Biopori Untuk Mendukung Ekonomi Hijau”.
Bersama anggota Siti Noor Hikmah, belasan warga diberi pelatihan membuat biopori. “Biopori mampu mengurai sampah organik menjadi kompos atau pupuk yang memiliki daya jual dan ramah lingkungan,” kata Marlina, Rabu (4/2/2026).
Dia menjelaskan, biopori dibuat dengan menggunakan pralon/PVC yang ditanam dalam tanah sedalam 1 meter dengan lebar 10-15 sentimeter (cm). Biopori model ini juga berfungsi untuk penyerapan air. Apabila tidak memiliki lahan, maka biopori bisa dibuat dengan menggunakan galon.
“Membuat biopori tidak sulit, sampah organik cukup dicampur dengan EM4 dan molsa, maka dijamin tidak menimbulkan bau sampah,” jelasnya.
Dia menyebut, dengan pembuatan biopori ini, warga bisa mengolah sampah organiknya. Setelah dipilah, sampah organik bisa langsung dimasukkan kedalam lubang pralon atau galon yang sudah di beri EM4 dan molsa. Sedang yang anorganik bisa dijual kembali.
Kegiatan diawali dengan memaparkan teori, dilanjutkan dengan praktik pembuatan biopori. Mereka juga diberi peralatan agar bisa langsung dipraktikkan di rumah masing-masing.
“Kita mendapat dana hibah riset Muhammadiyah batch VII tahun 2025,” terang Marlina.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Lurah Kedungsari Budi Prakosa menyambut baik kegiatan Qoryah Toyyibah, kolaborasi Unimma dengan PRA Kedungsari. Terlebih lagi, tema yang diusung merupakan hal krusial yang sedang digaungkan di wilayah kota Magelang.
“Pembuatan biopori diharapkan mampu menjaga lingkungan di wilayah Kedungsari agar tetap bersih, sehat dan bebas dari sampah,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ketua PRA Kedungsari Ch Kurniawati. Dia mengungkap pelatihan pembuatan biopori sangat relevan untuk kondisi saat ini.
“Masalah sampah menjadi isu yang cukup mendesak untuk segera ditangani. Karena persoalan ini bisa menjadi ancaman terhadap lingkungan akibat timbunan sampah yag tidak terkelola dengan baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Qoryah Toyyibah, Aisiyah mengajak ibu-ibu sebagai garda terdepan untuk mengelola sampah dari rumah.
“Persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun juga seluruh masyarakat,” kata Kurniawati.
Melalui langkah yang sederhana dengan memilah sampah dari rumah, diharapkan para ibu rumah tangga menjadi garda terdepan dalam upaya menyelamatkan lingkungan.
Kurniawati juga berharap, peserta pelatihan bisa menularkan ilmu dan mengajak ibu-ibu dilingkungan sekitarnya, untuk membuat biopori.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada tim pengusul yang tidak berhenti pada pelatihan saja, namun juga mendampingi para peserta hingga mereka mampu membuat biopori. Juga mendampingi manajemen dan pembukuan hasil produksi pupuk model biopori. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar