Padukan Ajaran Islam dan Budaya Jawa, Lesbumi NU Magelang Gelar Wayang Kolaboratif

BNews—MAGELANG— Dalam rangka Hari Ulang Tahun (Harlah) NU ke-99, PCNU kabupaten Magelang melalui Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi menggelar Pagelaran Wayang Kolaboratif. Yang mana dilaksanakan di gedung PCNU Bojong Palbapang Mungkid Kabupaten Magelang, Sabtu (19/2/2022).

Ketua Lesbumi NU Kabupaten Magelang Abbet Nugroho mengatakan bahwa Kegiatan ini selain dalam rangkaian Harlah, juga merupakan wujud nyata dukungan dan keberpihakan NU kepada seni budaya yang ada di masyarakat.

”Wayang pernah digunakan oleh para penyebar Islam di tanah Jawa pada era kasultanan Demak. Oleh seorang wali yang sangat masyhur yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga,” kata dia dalam sambutannya.

”Bahkan kesenian wayang di tampilkan pada peringatan Maulid Nabi pertama di Masjid Agung Demak pada era kepemimpinan Raden Patah. Mengapa wayang dipilih oleh Para wali saat itu? Karena wayang merupakan kesenian yang sedang di gandrungi masyarakat Jawa waktu itu,” lanjutnya.

Dia menyebut, peranan wayang menjadi sangat efektif dalam mengenalkan dan menyebarkan agama Islam pada waktu itu. Peringatan Maulid Nabi dikenal dengan istilah Sekaten, berasal dari bahasa arab shadatain (kalimat syahadat).

”Karena pada waktu itu untuk menonton pagelaran wayang, masyarakat diharuskan untuk berwudhu dan mengucapkan 2 kalimat syahadat. Sehingga pada waktu itu praktis terjadi gelombang besar – besaran masyarakat memeluk Islam khususnya di tanah Jawa,” ujarnya.

Menurut Abbet, acara Sekaten hingga kini masih diselenggarakan terutama di Demak, Keraton Yogyakarta dan juga Keraton Surakarta.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Mensikapi adanya sekelompok golongan yang ingin memusnahkan wayang, Abbet menegaskan, budaya hanya merupakan infrastruktur agama, bukan ranah syariat. Agama akan nampak kaku dan formil tanpa sentuhan budaya.

”Sehingga antara agama dan budaya tidak perlu di pertentangan. Malam hari ini kami ingin menyampaikan bahwa wayang yang merupakan seni budaya Jawa bisa dikolaborasikan dengan budaya Islam yang ada,” tandasnya.

Lanjutnya, upaya pelestarian wayang tidak cukup dengan menulis tagar. Namun juga dengan menggelar wayangan dan menonton pagelaran wayang tersebut.

”Sehingga bisa mengambil ajaran dan hikmah dalam cerita/ lakon yang dibawakan oleh dalang. Karena sesungguhnya wayang tidak sekedar tontonan namun juga  tuntunan yang baik,” imbuhnya.

Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana dalam sambutannya, menyampaikan dukungan atas upaya PCNU dalam melestarikan seni budaya Nusantara. Dia berharap kegiatan semacam ini bisa terus digelar dengan lebih meriah. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!