Pameran Keliling Dan Dialog Trilogi Mencari Arjuna Berlangsung Di Magelang

BNews–MAGELANG– Sebuah acara seru digelar di Pendopo Wiharsan, Dusun Mbolinggo, Gulon, Salam Magelang sejak Minggu 23 Mei 2021 kemarin. Acara tersebut yakni Dialog Budaya Dan Pameran Lukisan Wayang yang bertajuk Trilogi Mencari Arjuna: Butho Angkoro.

Dimana acara tersebut digelar oleh  LAIN (lembaga Studi Islam dan Masyarakat) menggandeng seniman lukis asal Muntilan Ki Hangno Munandar, sekaligus pameran lukisan keliling.

Sebanyak 50 lukisan karya Ki Hangi Munandar dipamerkan di acara dialog tersebut. Dan lokasi tersebut adalah tempat kedua, dimana sebelumnya gedung ASDRAFI (AKADEMI SENI DRAMA DAN FILM INDONESIA) ISI Jogja.

Acara tersebut dibuka dan doa bersama dipimpin oleh Kang Ubed. Dan secara resmi acara dimulai dengan dialog dan pameran lukisan selama tiga hari hinga 25 Mei 2021, di pendopo Wiharsan milik Tegus Juwarno.

Dalam pameran lukisan tersebut, Ki Hangno mengatakan bahwa dalam kehidupan ini hanya ada unsur Butho dan satrio dalam diri manusia. Dimana yang membedakan, lanjutnya adalah soal nafsu.

 “Bagaimana mengendalikan nafsu adalah tugas daripada watak satria dalam diri manusia,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, Butho angkoro adalah bukti keterlibatan hawa nafsu yang dominan dalam diri manusia. Sehingga, katanya hal itu menjadikan tidak terkedalinya keserakahan, nafsu Angkoro murko; dan  berbagai bentuk kesombongan ego dalam upaya menciptakan oligarki baru dalam kehidupan nyata.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Butho akan jahat kalau nafsu tidak terkendali, dan butho akan menyerupai Satrio kalau diri ini mampu membawa mengendalikan nafsu itu sendiri,” tegasnya.

Sementara dalam sesi dialog, dihadirkan beberapa pembicara handal. Antara lain  Lilik A Widyatustu seorang politikus, Inam Musthofa dari Pemerhati politik ; Ubed Ubaidillah seorang dosen filsafat) dan Joko Sudibyo seorang pemerhati sosial.

salah satu lukisan Ki Hango Munandar tentang wayang
salah satu lukisan Ki Hango Munandar tentang wayang

Dimana dalam dialog tersebut banyak mengurai persoalan persoalan sosial budaya praksis yang dihubung hubungkan dengan thema pameran lukisan Hangno kali ini.

Rencananya lukisan ini akan dipamerkelilingkan di seluruh Indonesia. Tentunya dengan tujuan, mengenalkan wayang dan tradisi Jawa sebagai model kehidupan agraris yang sangat dinamis dan tepo seliro.

” Setelah di sini mungkin bulan depan kami akan pameran di solo, dan bisa jadi juga semarang baru kemudian jakarta dan bandung. Dan pameran ini akan dilaksanakan di perkampungan perkampungan bukan di gedung pameran atau yang berada di pihak pemerintahan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: