Pameran Lukisan 11 Negara di Padepokan Apel Watoe Borobudur

0
476
ART: Seniman asal Malaysia dan Mesir saat berdiskusi terkait salah satu karya lukisan dalam pameran besar ini di Padepokan Apel Watoe Borobudur (8/3)--(Foto-bsn)
ART: Seniman asal Malaysia dan Mesir saat berdiskusi terkait salah satu karya lukisan dalam pameran besar ini di Padepokan Apel Watoe Borobudur (8/3)--(Foto-bsn)

BNews–BOROBUDUR- Pameran art di Padepokan Apel Watoe art Studio akan digelar besok 9 Maret sampai 9 April 2019. Karya karya dari para seniman lintas agama dipajang dalam studio yang berada di Jalan Bradwati Tuksongo Borobudur.

 

Pameran karya seni ini diberi tajuk moment Freedom and Love International Art Exhibition. Yang berarti seniman bebas mengekpresikan karyanya melalui apapun dengan penuh cinta dan kasih.

 

Dimana pesertanya merupakan Seniman dari sebelas negara yang akan memamerkan 24 visual art. Mereka yakni dari Singapura yakni (Abdul Jalal Sarimon, Yeow Chuan Pei Barry, Chia Chor Hua, Suhat Sigayou, Neha Jain), Dari Malaysia (Alef Ahmad, Visithara Manikam), Dari Negara Filipina (Roy C.Espinosa, Lloyd Lusica, ), Dari China (Kexin Zhang), Dari Hongkong (Eddie Lui, Winnie MAK), Dari India (Swati Palekar), Bangladesh (Pervaj Hasan Rigan, Nabila Nabi), Mesir (Nahla Ali), Tajikistan (Farrukh Negmatzade), Prancis (D’gers Gersende Feitpuchi), dan Indonesia ada seniman Dedy PAW, Cipto Purnomo, Niluh Sudarti, Syis Paindow, Nurfu AD dan. Umar Chusaeni.

 

Berbagai karya seni mulai dari lukisan dan karya tangan seniman kelas dunia dipertunjukan. Dan acara ini digelar oleh Seniman Indonesia Deddy PAW dan seniman Singapura Abu Jalal Sarimon.

 

Salah satu Seniman asal Singapura, Abu Jalal Sarimon mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya. “Dengan ratusan ragam adat dan budaya,dan yang terpenting masyarakatnya yang rapat dengan adat dan budaya,” Katanya saat jumpa pers Jumat sore (8/3).

 

“Tidak hanya itu, hasil karya karya seniman Indonesia juga sangat istimewa dan memiliki kelas dunia,” Imbuhnya.

 

Disampaikan juga bahwa potensi-potensi seniman khususnya di Borobudur dan sekitarnya memiliki peluang yang besar. “Bakat yang besar itu seperti diamond dalam lumpur, jika tidal digali atau di usap tidak akan semakin tampak, dan seniman Magelang sangat kreatif seperti breliand yang ditimpahkan oleh Merapi,” Paparnya.

 

“Seniman disini juga sangat beruntung karena hasilnya bisa sangat mudah dilihat oleh pemerhati seni, dengan adanya galeri galeri lukisan meskipun kecil itu sudah memperikan peluang hasil karya seniman dapat diperlihatkan,” Jelasnya.

 

“Hal tersebut juga memberikan peluang karya mereka laku dijual, sehingga mampu menambah semangat para seniman untuk terus berkarya,” Tandasnya.

 

Dedy PAW pemilik padepokan apel watoe sekaligus perwakilan seniman Indonesia mengatakan bahwa pameran ini tidak hanya sekedar pameran namun sebagai ajang diskusi bersama terkait seni budaya. “Kita juga tawarkan kepada para seniman lain untuk mengikuti workshop karya dengan bahan lain seperti kulit dan batik, siapa tahu mereka tertarik menggunakan media yang hanya ada di Indonesia, ” Katanya.

 

“Silahkan bagi masyarakat maupun wisatawan untuk datang dan melihat lihat karya kami secara gratis satu bulan ini,” Pungkasnya.(bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here