Pameran Seni Rupa Karya L.K. Bing di OHD Museum Magelang, Dibuka Hingga 14 September 2026
- calendar_month Sen, 16 Mar 2026

OHD Museum Magelang menggelar pameran tunggal seni rupa karya L.K. Bing bertajuk kuratorial “Cityscape - Mindscape”, sejak Sabtu (14/3/2026) hingga 14 September 2026.
BNews–MAGELANG– OHD Museum Magelang menggelar pameran tunggal seni rupa karya L.K. Bing bertajuk kuratorial “Cityscape – Mindscape”. Pameran dibuka sejak Sabtu (14/3/2026) hingga 14 September 2026.
Dalam pameran tersebut, karya-karya L.K. Bing didampingi dengan 10 karya seni old master koleksi OHD Museum atau koleksi pribadi dr. Oei Hong Djien.
Pameran ini menarik karena OHD Museum berani menampilkan ratusan karya seniman yang relatif belum dikenal dalam peta seni rupa Indonesia. Bahkan untuk scope yang lebih kecil, yakni Kota Surabaya, nama L.K. Bing belum banyak dikenal oleh publik seni.
Namun dr. Oei Hong Djien mengungkap bahwa inilah salah satu tugas sebuah museum, yakni memperkenalkan seniman yang belum dikenal luas namun memilki karya yang berkualitas tinggi.
“Kalau museum memamerkan karya para seniman terkenal atau maestro yang masyhur itu sudah biasa. Sudah lazim dan relatif tidak banyak tentangannya. Tetapi bila menampilkan karya seniman yang belum banyak dikenal namun kualitas karyanya bagus, ini baru museum yang baik dan berintegritas terhadap visi misi museum ke depan,” ungkapnya, Sabtu (14/3/2026).
L.K. Bing sendiri adalah sosok arsitek sekaligus seniman yang berproses di Surabaya. Dia lahir tahun 1972 dan meninggal pada 30 April 2025. Dia meninggalkan karya seni yang jumlahnya relatif banyak hingga mengagetkan keluarga dan komunitasnya.
Dalam pameran tunggal ini pihak keluarga menyodorkan sekitar 264 karya lukis yang siap dan layak untuk dipamerkan. Namun setelah melewati proses kurasi dan mempertimbangkan keterbatasan ruang, maka karya yang dipamerkan sekitar 210an karya.
Ini terdiri dari lukisan cat air di atas kertas dan karya lukis dengan materi cat akrilik di atas kanvas. Sementara karakter karya yang disajikan ada dua, yakni lukisan yang cenderung realistik dan lukisan yang bercorak abstrak.
Sebagai seniman, pada prakteknya Bing memang cukup sering hilir-mudik melukis antara corak realis dan abstrak.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Sebagai arsitek juga dosen serta seniman, Bing dikenal memiliki komunitas yang mendukung kegemarannya dalam bersenirupa itu, yakni Surabaya Urban Sketcher. Komunitas ini dibentuknya sekitar tahun 2013 dan berlanjut hingga sebelum dia meninggal dunia.
Lewat komunitas itulah kemudian sosok L.K Bing ini menemukan gairah kreatif sekaligus pencapaiannya. Dia menjadi brand ambasador untuk brand cat air mewah level dunia, yakni merk Daniel Smith. Brand cat air tersebut hanya memilki kurang dari 100 orang brand ambassador di seluruh dunia. Di Indonesia hanya ada dua orang, yakni Agus Budiyanto dan L.K. Bing.
Bing terpilih sebagai brand ambassador karena kualitas karyanya yang mupuni. Dan dengan pencapaiannya sebagai sebagai brand ambassador inilah dia bisa difasilitasi untuk berkeliling dunia. Tiap tahun minimal sekali dia berangkat ke mancanegara untuk berkarya sekaligus menjadi mentor bagi para seniman seni lukis cat air.
Menurut kurator pameran, Kuss Indarto, titik menarik dari karya L.K. Bing, terutama yang bermaterial cat air, adalah kemampuannya untuk menguasai karakter bahan cat air dengan piawai.
“Pada banyak karya Bing bisa dengan canggih membuat gradasi warna yang lembut yang tidak mudah dilakukan dengan cat air. Juga mampu dengan baik memberi kesan dan efek cahaya atau volume pada karyanya meski dibuat dengan corak realis ekspresif,” ujarnya.
Kuss Indarto menyebut Bing mampu secara konsisten fokus untuk membidik lanskap atau pemandangan kota sebagai subject mater pada karya-karyanya. Kota tidak sekadar ditatap dan kemudian dipindahkan di atas kertas dengan cat air. Namun ada narasi, ada pola pengkisahan yang menjadikan karya-karya tersebut sebagai deretan mindscape yang dirancang dalam pikiran sebelumnya.
“Karya Bing bukan sekadar realitas pemandangan biasa, namun ada sistem pengetahuan yang mendasari karya-karya rupa tersebut,” ungkap dia. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar