Para Jomblo ini Tertipu Kencan Online, Jutaan Rupiah Melayang

BNews–NASIONAL-– Sungguh apes nasib beberapa lelaki jomblo di Samarinda Kalimantan Timur ini. Mereka diduga menjadi korban penipuan dengan modus jasa kencan melalui aplikasi Michat.

Korban ini mengaku berhubungan dengan sebuah akun Michat atas nama Dea. Salah satu korbanya pemuda berinisial AS, 29, asal Makroman, Samarinda.

AS mengaku kehilangan uang Rp 1,5 juta.  “Dia bilang tarif Rp 1,5 juta main sepuasnya,” kata AS saat menceritakan pengalaman pahitnya.

Korban tersebut lalu menjelaskan, foto profil akun atas nama Dea di MiChat tersebut. “Akun tersebut  adalah seorang perempuan, berbaju pink dengan rambut terurai panjang. Dia mengaku tergoda untuk berkencan,” imbuhnya.

Setelah korban menghubungi akun itu, AS pun sepakat tarif kencan sebesar Rp 1,5 juta.  Saat itu AS diminta Dea untuk datang pada hari Sabtu malam dan menunggu di sebuah gang di Sidodamai, Samarinda Kota.

“Saya datang jam 09.00 malam. Setelah di gang, saya ketemu dengan seorang laki-laki. Dia tanya saya, cari Dea ya mas? Saya jawab, iya,” ujar AS.

Pria tersebut lalu meminta uang yang diminta Dea sambil menunjukkan lokasi kos Dea. “Itu kos Dea, kamar nomor 3, naik saja mas, saya diminta Dea ambilkan duitnya,” kata AS.

Loading...

Tanpa rasa curiga, AS pun menyerahkan uang Rp 1,5 juta ke pria tersebut dan segera bergegas ke kos yang dijelaskan pria tersebut. “Setelah ke sana, kok enggak ada tangga rumah. Saya balik mau tanyakan tangga naiknya di bagian mana, pria itu sudah hilang,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

AS pun segera berusaha mencari pria yang mengaku teman Dea tersebut di sekitar lokasi. Namun, AS justru bertemu laki-laki lain yang juga menjadi korban akun Dea.

“Kebetulan di saat bersamaan saya ketemu laki-laki seusia juga. Saya tanyakan, ternyata dia juga tertipu dengan nilai uang sama Rp 1,5 juta,” kata AS.

Kedua pria malang itu akhirnya tersadar telah menjadi korban penipuan. Dan bingung langkah selanjutnya apa yang harus dilakukannya.

Mengetahui kasus itu viral, Polisi minta korban melapor. Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Samarinda Kota Ipda Abdillah Dalimunthe, korban penipuan dengan modus kencan jarang melapor.

Hal itu membuat aparat kepolisian sulit untuk melacak dan menyelidiki kasus. “Selama ini hanya FKPM saja yang tembuskan informasi itu ke kami. Belum ada laporan resmi korban. Beberapa kali laporan korban itu hanya ke FKPM,” ujar Abdillah.

Menurut Abdillah, berdasarkan pengaduan dari FKPM, sudah banyak yang menjadi korban penipuan dengan modus serupa. Rata-rata korban ditipu dengan kerugian di bawah Rp 2,5 juta. (*/ahg)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: