Pasangan Ini Terkejut Pernikahannya Dihadiri Ganjar Pranowo

BNews—BANYUMAS— Hari bahagia pasangan Alif Nur Prabowo dan Mufidatul Chasanah di hari pernikahannya lengkap sudah. Saat prosesi resepsi pernikahan, dia kedatangan tamu special. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ganjar tiba tiba hadir di respesi pernikahan kedu amemlepai itu di Desa Bobosan Kecamatan Purworkerto Utara Kabupaten Banyumas. Alif sendiri mengaku kaget dan tidak pernah menyangkanya.

“Saya ndak ngundang, saya cuma berharap dapat karangan bunga dari Pak Ganjar. Eh malah datang Pak Ganjar yang datang. Rasanya seperti mimpi, sama sekali tidak menyangka,” kata Alif, sembari terus menyunggingkan senyuman. 

Bagi Alif, Ganjar adalah sosok inspiratif yang menjadi penyemangatnya untuk sembuh. Sejak berusia dua tahun, Alif menderita thalassemia atau kelainan darah bawaan yang mengakibatkan kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Kondisi ini membuatnya harus rutin mengonsumsi obat dan transfusi darah tiga minggu sekali.

“Orang (penderita) thalassemia itu kalau tidak punya semangat pasti terpuruk. Salah satu penyemangat saya ya Pak Ganjar. Orangnya lincah, bersemangat dan kata-katanya yang penuh motivasi membuat saya bersemangat untuk terus menggapai cita-cita,” ucap Alif.

Kedatangan Ganjar Pranowo dalam resepsi pernikahan aktivis Thalassemia Banyumas itu bukan tanpa sebab. DIa mengaku ingin memberikan ucapan selamat kepada Alif sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa thalassemia tidak menular.

“Selama ini, masyarakat memandang negatif pengidap thalassemia karena takut tertular. Padahal thalassemia itu tidak menular, meski memang ada resiko-resikonya pada keturunannya,” terang Ganjar.

Ganjar juga ingin memastikan, Alif dan Mufidatul telah menjalani prosedur pengecekan darah sebelum menikah. Ini sesuai ketentuan dari Kementerian Kesehatan yang mensyaratkan penderita thalassemia untuk mengecek darah sebelum menikah. Maka dirinya pun senang karena perintah dari pusat itu sudah dilaksanakan di Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman Kementerian Kesehatan RI, pengecekan darah pasangan ini untuk mencegah terjadinya keturunan yang menderita thalassemia. Penderita thalassemia yang menikah dengan pasangan yang membawa sifat thalassemia, memiliki peluang 1 : 4 untuk memiliki keturunan dengan thalassemia.

Adapun pernikahan penderita thalassemia dengan nonpenderita thalassemia dapat mengurangi resiko penurunan thalassemia pada keturunannya. “Mudah-mudahan mereka ini sudah paham resikonya dan mengerti tentang segala kemungkinan yang akan terjadi pada keturunannya,” pungkasnya. (lhr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: