Misteri Sosok Bersurban Putih di Bekas Huntap Muntilan yang Mangkrak

BNews–MUNTILAN— Hunian tetap (huntap) yang diproyeksikan untuk korban bencana Gunung Merapi baik erupsi maupun banjir lahar dingin di Desa Congkrang Kecamatan Muntilan mangkrak tak berpenghuni. Selama bertahun tahun bangunan ini berubah menjadi sarang hantu.

Beberapa warga mengaku sering melihat berbagai penampakan di deretan rumah-rumah tak berpenghuni itu. Mulai kuntilanak hingga sosok pria bersurban.

Huntap yang berada di Dusun Kedon Desa Congkrang ini https://borobudurnews.com/pemuda-di-borobudur-nekat-ceburkan-diri-ke-sumur/terdapat 15 unit rumah. Semuanya tak berpenghuni.

Arif salah satu warga Kalangan Ngawen mengaku takut setiap melintasi jalan didepan huntap tersebut. “Lokasi jalan gelap mas, huntap berada disebelah rumpun bambu dan dekat sebuah makam,” katanya.

Memang kondisi huntap tersebut sangat memprihatinkan. Dipenuhi rerumputan dan sampah sampah dedaunan. Belum lagi kondisi atap rumah banyak yang roboh.

“Tempatnya serem mas, apalagi kalau malam hari tambah merinding kalau melintasinya,” imbuhnya.

Loading...

Sementara salah satu tokoh warga Dusun Gejagan Sriwedari, Sumiyat, 50, menambahkan banyak warga yang sering melihat sosok berbaju putih. “Sosoknya hampir seperti manusia mengenakan baju, celana, sorjan serta jubah serba putih semua di area Huntap. Namun wajah dan perawakannya tidak begitu jelas,” jelasnya.

Gejagan merupakan kampung terdekat dengan Huntap tersebut. Tepat beradad  di sisi selatannya. “Memang sejak dahulu sebelum ada huntap kawasan tersebut dikenal angker dengan adanya penghuni mahkluk halus atau tidak tampak. Yang penting kita tidak menganggu,” paparnya.

Diceritakannya juga, dulu ada beberapa anak muda sekitar pada nongkrong dan pesta miras disana diganggu makhluk halus. “Saat beberapa anak muda tersebu pesta miras ada yang melempari dengan pasir dan kerikil ke arah mereka. Namun saat dicari tidak ada yang melempari,” ceritanya.

Setelah itu, salah satu anak muda tersebut lari kembali kekampung meminta bantuan. “Ada tokoh spritual kampung datang ke Huntap. Saat diperiksa dirinya cuman bilang silahkan secepatnya pergi dari Huntap. Dan berpesan jangan pernah menggangu lokasi sini atau berbuat tidak baik,” ungkapnya.

Sumiyat juga membeberkan, ada warga Menayu Muntilan yang memiliki hak untuk menempati lokasi itu ingin tinggal di Huntap. Saat itu Sumiyat memberikan pesan kepada seorang ibu disana.

“Saya cuman berpesan, kalau mau nempati silahkan mengadakan slametan.  Dan jangan menganggu yang sudah ada sebelumnya karena sama sama hanya tinggal,” bebernya.

Namun, akhirnya banyak warga yang enggan menempati rumah hunian tetap itu. Ada beberapa alasan selain masih memiliki rumah juga karena keangkeran lokasi itu.

Dan untuk status tanah Huntap tersebut saat ini dibawah wewenang BPBD Kabupaten Magelang. Untuk apa dan kapan belum diketahui. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: