IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Pasien RSJ yang Meninggal Punya Sikap Agresif dan Bisa Melukai Orang Lain

BNews—MAGELANG—Pasien Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo Magelang, Rob Pendi, 52, yang meninggal secara tidak wajar ternyata mengidap gangguan pikir. Bila sedang kambuh, sikap korban berubah menjadi agresif. Kadang mengganggu hingga meminta uang orang yang ditemuinya.

Salah satu teman korban, Ferry, mengaku kerap bertemu korban semasa masih hidup. Warga Samban, Kota Magelang itu mengatakan bila kumat, Rob Pendi suka mengganggu hingga meminta uang yang ditemuinya.

”Tetapi mintanya (uang) tidak memaksa. Kalau kumat tidak pernah dipasung tapi langsung di bawa ke RSJ oleh keluarganya,” kata Ferry, Jumat (21/6).

Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, dr Nur Dwi Esthi spKJ mengatakan, korban sudah kerap kali keluar masuk rumah sakit. Terakhir, korban di rawat selama dua hari. Masuk mulai hari Senin malam (17/6) hingga Rabu (19/6).

Loading...

”Sebelum sembuh, korban sudah meninggal,” terang dr Nur saat ditemui Borobudur News di ruangan.

Dr Nur menjelaskan, korban diketahui mengidap ganguan proses pikir. Bahasa medisnya Insight. Penyakit tersebut berpotensi membahayakan diri sendiri.

”Pasien akan bersikap agresif. Bisa melukai dirinya sendiri atau orang lain,” jelasnya.

Terkait kematian pasiennya yang tidak wajar dengan beberapa luka lebam di tubuh korban, pihaknya enggan berspekulasi. Ia lantas menyampaikan, bila pelayanan yang diberikan kepada pasien sesuai prosedur atau aturan yang ditetapkan pihak manajemen rumah sakit.

”Kalau (pasien) sudah masuk, langsung dirawat dengan memberikan pelayanan dengan cara model mengasuh. Ada tim psikolog, dokter dan perawat profesional yang menangani,” beber dia.

Pascakejadian tersebut, pihaknya membenarkan sedikitnya ada empat orang perawat yang di panggil polisi sebagai saksi. Dr Nur enggan berbicara lebih dalam terkait pemanggilan karyawannya tersebut.

”Setelah peristiwa kami fokus melakukan kajian internal, death conference, yang dilakukan komite terkait. Hasilnya akan dikompare atau dicocokkan sesuai PPA atau disiplin ilmu. Semacam pertanggungjawaban atau ada laporan,” ucap dia. Imbuh dia, tidak ada batasan waktu dalam melakukan kajian tersebut. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: