Pedagang Positif Covid-19, Pasar Tradisional di Jogja Tutup 3 Hari

BNews—JOGJA— Satu pedagang di Pasar Bantengan, Desa Wonocatur, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul dinyatakan positif covid-19. Akibarnya, pasar tersebut terpaksa ditutup seltma tiga hari, mulai Kamis 16 Juli hingga Sabtu 20 Juli 2020.

Camat Banguntapan Fauzan Muarifin, membenarkan kabar penutupan pasar Bantengan. Pasar harus ditutup selama tiga hari.

”Hal ini dilakukan untuk upaya sterilisasi secara penuh dengan penyemprotan cairan disinfektan, demi kenyamanan pedagang dan pengunjung,” ungkap Fauzan, Kamis (16/7).

Fauzan menambahkan, satu pedagang diketahui positif setelah dilakukan tes swab. Jadi, untuk sementara ini kami terpaksa melakukan penutupan, untuk sterilisasi dengan disinfektan.

”Satu pedagang diketahui terpapar covid, seusai mengikuti rapid test massal yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pekan lalu,” ujarnya.

Sementara dari 201 pedagang yang mengikuti tes cepat tersebut, terdapat lima orang berstatus reaktif dan langsung ditindaklanjuti. ”Satu pedagang dinyatakan positif setelah swab test. Kami kemudian memutuskan menutup pasar untuk sementara waktu, selama tiga hari ke depan,” jelasnya.

Hingga kini, lanjutnya, dinas kesehatan juga berupaya melakukan tracing untuk melacak kontak erat pedagang tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengungkapkan penutupan Pasar Bantengan ini bukan termasuk wewenangnya.Sebab, pasar itu berada di bawah pengelolaan Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bantul.

”Jadi, kami belum mengetahui kalau pasar tersebut ditutup, karena itu merupakan pasar desa dan pengelolaannya oleh DPPKPMD, bukan di kami,” pungkasnya. (rur/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: