Pemandu Karaoke Asal Secang Diciduk Polisi di Kamar Kos

BNews–SALATIGA– Seorang gadis pemandu karaoke asal Secang Magelang diamankan polisi di kamar kosnya di Salatiga (21/1). Dirinya diringkus karena terjerat kasus narkotika jenis sabu.

Gadis 21 tahun bernama Anica Reni Pratiwi warga asal Jetis Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang Magelang. Dirinya diamankan jajaran Sat Resnarkoba Polres Salatiga pada 21 Janurai 2020 lalu sekitar pukul 19.30 wib.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono SE MSi menjelaskan, bahwa penangkapan terhadap tersangka setelah petugas mendapat info masyarakat. “Kami dapat info bahwa di rumah kost pelangi di Salatiga, di salah satu kamarnya sering dijadikan ajang transaksi narkoba jenis sabu. Dari sini, sejumlah petugas Sat Resnarkoba melaiika penyelidikan dan mengamankan pelaku,” katanya.

Ia menyebutkan, saat diamankan ternyata tersangka baru saja melakukan transaksi. “Saat dilakukan penggeledahan dan akhirnya ditemukan sabu seberat 28 gram dan sebagian sudah di dalam plastik klip kecil untuk diedarkan,” imbuhnya.

“Dari penangkapan tersangka, barang buktinya tergolong besar yaitu 28 gram senilai Rp 36 juta. Tersangka ini merupakan pengedar sekaligus pemakai, sabu yang diedarkan ini kepada konsumen secara acak siapa yang membutuhkan dan sudah kenal lebih dulu,” paparnya.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara,” tandasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS GRATIS DAN RINGAN (KLIK DISINI)

Sementara, tersangka Anica Reni Pratiwi, mengaku kesehariannya sebagai pemandu karaoke (PK) di komplek karaoke Sarirejo Salatiga.

“Saya mendapatkan sabu dari teman di Solo. Untuk mendapatkannya lebih dulu janjian dan kontak melalui WA. Kemudian bertemu langsung di suatu tempat,” katanya saat diwawancarai awak media.

“Terakhir kali sebelum ketangkap ini, saya membeli sebanyak 28 gram sabu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah membeli di Solo itu, lalu sabu dipacking ke dalam kemasan kecil per 1,5 gram dan dijual Rp 550.000. Pemasarannya atau penjualan ke teman-teman yang sudah dikenalnya dan telah melakukan sebanyak 7 kali transaksi.

“Sabu yang saya beli 28 gram itu, dalam 4 hari ludes terjual. Penjualannya saya hanya melayani lewat WA dan ini saya lakukan karena saya butuh uang,” pungkasnya. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: