Pemda DIY Izinkan Mudik Lokal, Namun Ada Syaratnya

BNews—YOGYAKARTA— Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengizinkan kegiatan mudik lokal di wilayah aglomerasi. Perjalanan antar kabupaten/kota di kawasan Yogyakarta Raya tak dilarang selama mematuhi beberapa ketentuan.

Kebijakan ini tertuang melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor: 27/SE/V/2021. Tentang Ketentuan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah di Wilayah Aglomerasi Yogyakarta Raya Dalam Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

SE ini dibuat menindaklanjuti SE Kepala Satgas Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik dalam upaya pengendalian penyebaran virus selama bulan suci, sebagaimana telah diubah dengan Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021 tanggal 21 April 2021.

Bahwa bagi aglomerasi Yogyakarta Raya dimungkinkan melaksanakan perjalanan antar kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta,” tulis poin pertama pada SE yang diterima, Minggu (9/5). Dilansir dari CNNIndonesia.

Poin kedua mengatur bahwa dalam melaksanakan silaturahmi, setiap warga terlebih dahulu harus melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR/antigen/GeNose) dan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Tidak diperkenankan warga dalam rangka silaturahmi Hari Raya Idul Fitri menginap di rumah saudara atau kerabat,” bunyi poin ke-tiga.

Poin terakhir mengatur optimalisasi pelaksanaan fungsi Posko Covid-19 di tingkat kelurahan guna fungsi pengawasan terhadap masyarakat yang hendak melaksanakan kegiatan silaturahmi Hari Raya Idul Fitri.

Surat yang ditandatangani Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ini mulai berlaku pada tanggal 8 Mei hingga 24 Mei 2021. Selanjutnya, akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan atau perkembangan situasi terakhir di lapangan.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, sebelumnya, mengakui bahwa akan sangat berat mengawasi pelarangan mudik lokal.

Dia menuturkan, antarwilayah penyangga satu dengan lainnya cukup luas. Selain itu juga terlalu banyak akses yang menghubungkan kabupaten/kota di kawasan Yogyakarta Raya.

“Berat dari sisi pengamanannya, keberhasilan program kalau [mudik lokal] aglomerasi nggak boleh. Taruhlah, bagaimana kita membatasi orang dari Bantul ke kota [Yogyakarta], jalannya ada berapa, yang jalan kaki saja bisa. Ini yang agak berat,” papar Aji di kantornya, Jumat (7/5).

Selain jalur utama, masih ada banyak jalan alternatif yang bisa dimanfaatkan warga untuk berpindah dari satu kabupaten ke kabupaten lain.

“Terus terang kalau itu akan dilaksanakan di Jogja[DIY]sulit,” kata Aji.

Saking banyaknya akses penghubung, Aji memperkirakan bakal sangat banyak petugas yang dibutuhkan dan diterjunkan demi mengawasi pelarangan mudik lokal di kawasan aglomerasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: