Pemerintah Tentukan Zona Covid Daerah Berdasar 15 Indikator

BNews—NASIONAL—Adanya pandemi Covid-19 di tanah air membuat munculnya istilah zona merah, zona oranye, zona kuning dan zona hijau yang diberikan kepada kota/kabupaten diwilayah Indonesia.

Pemberian “warna” dilakukan dengan hitungan berbasis data penyebaran Covid-19. Dengan melihat 15 indikator kesehatan masyarakat yang terdiri dari 11 indikator epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat dan dua pelayanan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Dewi Nur Aisyah, dalam siaran langsung lewat akun YouTube BNPB Indonesia, Senin (8/6/2020).

Indikator kesehatan yang dipakai pemerintah untuk menentukan zonasi Corona yakni Penurunan jumlah kasus positif, kemudian adanya Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP dan ketiga adalah Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif.

Selanjutnya, Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP, Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS. Adanya Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS.Semua indikator tersebut dengan jangka waktu dua minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).

Ketujuh adalah Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP dan Penurunan laju insidensi kasus positif per 100 ribu penduduk. Kemudian Penurunan angka kematian per 100 ribu penduduk.

Selanjutnya Rt – angka reproduksi efektif kurang dari 1 (sebagai indikator yang ditriangulasi). Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu, Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%).

Indikator selanjutnya, Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif. Indikator yang terakhir adalah Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif.

”Tiap-tiap daerah akan mengantongi skor berbeda-beda dari 15 indikator di atas. Skor dan pembobotan dari suatu daerah akan dijumlahkan dan hasilnya akan dikategorisasikan menjadi zona berdasarkan warna,” jelas Dewi.

Download Musik Keren Disini

Lanjutnya, kategori daerah menjadi zona berdasarkan warna adalah  Zona merah yakni zona risiko tinggi (skor 0 sampai 1,8). Kemudian Zona oranye dengan risiko sedang (skor 1,9 sampai 2,4) dan Zona kuning yakni risiko rendah (skor 2,5 sampai 3,0).

Yang terakhir adalah Zona hijau yakni zona tidak terdampak, tidak tercatat kasus COVID-19 positif. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: