Juru Bicara Covid-19: Kita Bersyukur Ada 16 Saudara Kita yang Sudah Sembuh

BNews—NASIONAL— Pemerintah mengumumkan jumlah pasien yang positif terinfeksi covid-19 berskala nasional hingga hari Sabtu, 4 April mencapai 2.092 orang. Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dan meninggal dunia juga meningkat.

Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, ada penambahan 106 kasus baru. ”Kita prihatin masih terjadi penambahan kasus untuk konfirmasi positif 106 kasus, sehingga menjadi 2.092 kasus konfirmasi positif dengan tes molekuler,” ungkap Yuri, Sabtu (4/4).

Yuri mengatakan, penambahan korban jiwa akibat virus korona mencapai sepuluh orang. Sehingga total 191 orang meninggal dunia. Jumlah korban jiwa akibat covid-19 di Indonesia masih terus terjadi meski mulai angkanya di bawah jumlah pasien sembuh.

”Ada penambahan sepuluh yang meninggal sehingga total menjadi 191 meninggal,” kata Yuri.

Jumlah pasein yang dinyatakan sembuh juga bertambah. Kini menjadi 150 orang. Sejak beberapa hari terakhir menunjukkan tren positif.

”Kita bersyukur ada 16 saudara kita yang sudah sembuh. Pemeriksaan negatif dan dua kali berturut turut sehingga bisa dipulangkan. Total menjadi 150 orang,” beber Yuri.

“Kondisinya bagus dan tidak perlu dikhawatirkan menularkan penyakit. Bahkan, kita yakin 150 orang ini memiliki imunitas terhadap covid-19,” sambung dia.

Loading...

Sehari sebelumnya, tercatat ada 1.986 kasus positif hingga Jumat (3/4). Dari jumlah tersebut, korban meninggal mencapai 181 jiwa dan yang sembuh 134 orang.

Baca juga: Akibat Virus Corona Lubang di Lapisan Ozon Tertutup Kembali

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 2020 dalam menanggulangi virus korona. Keppres tersebut berisi penetapan status Kedaruratan Kesehatan akibat pandemi korona di Indonesia berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kemudian, Jokowi juga menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020. PP itu mengatur soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di suatu daerah guna menekan laju penularan virus korona.

Berdasarkan PP tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan menetapkan suatu daerah untuk memberlakukan PSBB. Penetapan juga harus melalui pertimbangan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Namun, sejumlah pihak mengkritik langkah pemerintah dan menuntut agar diterapkan suatu karantina wilayah, bukan PSBB. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: