Pemkab Magelang Berupaya Wujudkan Wisata Ramah Anak

BNews–MUNGKID– Wilayah Kabupaten Magelang salah satunya terkenal akan dunia pariwisatanya. Oleh sebab itu, PT Askrindo bekerja sama dengan Pemkab Magelang melalui Disparpora mengadakan suatu kegiatan kemarin (5/4/2021).

Mereka menggelar Sosialisasi Undang-undang Perlindungan Anak di Pendopo Tourist Information Centre Kabupaten Magelang. Dengan peserta perwakilan guru Paud di Kabupaten Magelang secara offline, sementara online untuk seluruh Indonesia.

Dalam hal ini Bupati Magelang Zaenal Arifin yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Nanda Cahya Pribadi membuka kegiatan tersebut.

Bupati melalui Nanda mengatakan bahwa tanggung jawab Negara, Pemerintah dan Pemerintah Daerah terhadap anak. Dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 telah diatur dalam beberapa pasal; yang diantaranya mewajibkan dan memberikan tanggung jawab untuk menghormati pemenuhan hak anak tanpa membedakan suku, ras, agama, golongan, jenis kelami; etnik budaya dan bahasa, urutan kelahiran dan kondisi fisik/mental.

“Undang-Undang tentang Perlindungan Anak menyebutkan bahwa perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh; berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera,” katanya dalam sambutannya.

Menurutnya, Negara perlu mengambil langkah-langkah yang optimal dan komprehensif dengan tidak hanya memberikan pemberatan sanksi pidana. Namun juga menerapkan bentuk pencegahan (preventif) bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

Sementara itu , Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Slamet Achmad Husein menyampaikan secara ekonomi, pariwisata memiliki peranan penting dalam roda perekonomian.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun, katanya pengembangan pariwisata juga memiliki resiko berupa rentannya anak – anak di destinasi wisata menjadi korban kejahatan , kekerasan dan eksploitasi anak.

“SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dilatih agar bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini yaitu kondisi pandemi covid agar lebih kreatif bisa beradaptasi dengan keadaan sekarang. Dengan wisata yang ramah anak , pandemi tidak membatasi kita untuk selalu berkreasi dan tetap selalu semangat dan sehat,” tambahnya.

Dengan diadakannya kegiatan ini, lanjutnya semoga dapat mewujudkan Wisata Ramah Anak. “Tentunya kedepan anak akan aman dan nyaman dalam berwisata dan banyak edukasi yang diperoleh dari wisata tersebut.humasdisparpora,” harapnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: