Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Pemkab Magelang Kaji WFH, Bupati Grengseng Tegaskan Pelayanan Tak Boleh Terganggu

Pemkab Magelang Kaji WFH, Bupati Grengseng Tegaskan Pelayanan Tak Boleh Terganggu

  • calendar_month Sel, 7 Apr 2026

BNews-MAGELANG – Bupati Magelang Grengseng Pamuji memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan tidak akan terdampak; meskipun pemerintah daerah saat ini tengah mengkaji kebijakan efisiensi anggaran, termasuk kemungkinan penerapan Work From Home (WFH).

Hal tersebut disampaikan Grengseng usai menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Desa bersama Forkopimda di Aula Kecamatan Borobudur, Selasa (07/04/2026) siang.

“Kita kaji dulu, kita rumuskan bentuk efisiensi nya seberapa, pada intinya Work Form Home (WFH) itu spirit efisiensi, Pemda sepakat dengan itu dan kita baru mengkaji bagaimana membangun penataan anggaran yang efisien,” Jelas Bupati Magelang, Grengseng Pamuji usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Desa bersama Forkopimda di Aula Kecamatan Borobudur, Selasa (07/04/2026) siang.

Pelayanan Masyarakat Jadi Prioritas Utama

Menurut Grengseng, wacana penerapan WFH tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik.

Ia menegaskan, kebijakan efisiensi tidak boleh sampai menghambat kebutuhan dasar masyarakat, terutama layanan pemerintahan yang bersifat langsung.

“Kita kaji bagiamana melayani masyarakat berbasis dampak di masyarakat. Misalnya ini, Kecamatan tutup tentunya tidak efisien, tidak efektf juga, karena pelayanan masyarakat bisa tertunda, sehingga hal hal yang seperti ini tidak kita lakukan,” Urai Grengseng.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap penyusunan kebijakan efisiensi.

Pemkab Magelang Kaji Pemangkasan Kegiatan Seremonial

Selain skema WFH, Pemkab Magelang juga tengah mengkaji sejumlah bentuk efisiensi lain, salah satunya dengan mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial.

Langkah ini dinilai lebih tepat karena anggaran bisa difokuskan pada program-program yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Bupati memastikan, selain WFH bentuk efisiensi yang sedang dikaji diantaranya pengurangan kegiatan kegiatan yang bersifat seremonial. “Nah yang seperti ini kita pangkas, nantinya lebih pada kegiatan kegiatan yang langsung pelayanan dan berdampak kepada masyarakat,” tegasnya.

Efisiensi Diyakini Bisa Tekan Penggunaan BBM

Grengseng menilai, pengurangan agenda seremonial dan rapat-rapat tatap muka juga akan berdampak pada penurunan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Dengan berkurangnya mobilitas kegiatan kedinasan, maka pengeluaran operasional pemerintah juga dapat ditekan tanpa harus mengurangi kualitas pelayanan publik.

Melalui pengurangan kegiatan seremonial tersebut, Grengseng optimis penggunaan BBM akan otomatis berkurang karena anggaran rapat rapat sudah banyak dipotong.

Kajian Efisiensi Masih Dimatangkan

Lebih lanjut, Grengseng juga menyatakan sepakat bahwa kebijakan efisiensi tidak boleh menambah masa libur akhir pekan, termasuk apabila nantinya WFH diterapkan setiap hari Jumat.

Karena itu, regulasi terkait efisiensi saat ini masih terus dikaji agar penerapannya benar-benar efektif, efisien, dan tetap berpihak kepada masyarakat.

Grengseng juga sepakat pemberlakukan efisiensi ini tidak menambah masa libur akhir pekan ketika diberlakukan WFH setiap hari Jumat. Sehingga regulasi efisiensi masih terus dikaji supaya bisa maksimal.

“Kita akan mengefisiensi tapi tidak mengurangi dampak yang nanti akan sampai pada masyarakat,” tutupnya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less