Pemkab Magelang Telah Bahas Persiapan PPKM Mikro, Desa Bikin Posko Covid-19

BNews—MUNGKID—  Terkait akan adanya program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, persiapaan telah dbahas oleh bupati/ walikota di Jawa Tengah. Begitu pula di Kabupaten Magelang juga telah dilakukan pembahasan.

Kegiatan tersebut telah terbit surat intruksi dari Menteri Dalam Negeri. Yakni Surat instruksi yang diberikan kepada seluruh wilayah se-Indonesia.

“Nanti akan dilakukan dari tingkat desa, bahkan akan dilakukan tracing sampai di tingkat RT/RW. Desa nanti akan diarahkan untuk membuat posko dan juga isolasi terpusat. Jadi apabila ada yang terpapar covid tidak lagi isolasi mandiri namun dilakukan isolasi terpusat. Tapi nanti formulanya masih disusun oleh Pemerintah Provinsi,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Adi Waryanto.

Adi menambahkan bahwa, dari hasil Vicon Gubernur Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat nanti kegiatan PPKM Mikro tersebut akan diarahkan dengan anggaran APBDes. Namun Gubernur Jateng mengusulkan kepada Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri agar ada payung hukum untuk melakukan refocusing penggunaan dana desa tersebut.

“Kita masih menunggu perintah secara rinci dari Pak Gubernur,” tegasnya.

Sementara itu , Adi juga menyampaikan bahwa, semua kecamatan di Kabupaten Magelang relatif menjalankan ‘Gerakan Jateng Di Rumah Saja’ kemarin. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Magelang.

“Semua relatif sesuai dengan edaran Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Magelang, mematuhi kegiatan baik itu di tempat wisata, pasar, pertokoan, dan Mall relatif bagus,”  terangnya.

DOWLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurut Adi, telah terjadi penurunan arus lalu lintas yang signifikan di wilayah Kabupaten Magelang selama pelaksanaan gerakan Jawa Tengah di rumah saja pada tanggal 6-7 Februari 2021 kemarin.

“Jalan-jalan relatif sepi, kalau pun ada aktivitas satu dua saya kira masih wajar. Pada perinsipnya tingkat kepatuhan warga Kabupaten Magelang cukup baik,” kata, Adi.

Kendati demikian, menurutnya efektivitas gerakan Jawa Tengah Di Rumah Saja belum dapat dilihat pada saat ini. “Paling tidak dampaknya dapat dilihat sekitar 10 sampai dua minggu yang akan datang,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: