Pemkab Sleman Bakal Pulangkan Pengungsi Merapi Usai PPKM

BNews—SLEMAN— Pemerintah Kabupaten Sleman berencana akan memulangkan pengungsi Merapi yang berada di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Pemulangan tersebut usai Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinyatakan selesai.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sleman Nomor : 21l45lBGV.KGl2A20, tanggal 18 Januari 2021. Tentang pemutakhiran rekomendasi status aktivitas “Siaga”, Gunung Merapi dan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kebijakan itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

”Pemulangan pengungsi yang mayoritas merupakan masyarakat kelompok rentan dari Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo Cangkringan ini juga bersama dengan ternak milik warga yang diungsikan di kandang-kandang penampungan,” katanya, Minggu (24/1/2021). Dilansir Antara.

Dia menyebut, warga asal Dusun Kalitengah Lor yang saat ini berada di pengungsian Glagaharjo, dapat dipulangkan ke daerah asal beserta ternak setelah selesainya masa PTKM pada 26 Januari 2021 mendatang. Kendati demikian, Harda mengimbau agar warga dengan tetap waspada terkait aktivitas Gunung Merapi.

”Bila terjadi kondisi krisis Gunung Merapi setiap saat, dapat diungsikan kembali,” katanya.

Lebih lanjut, Harda menyampaikan bahwa saat ini aktivitas Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif dan potensi bahaya berubah ke arah selatan-barat daya yaitu ke hulu Sungai Boyong, Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng dan Sungai Putih paling jauh 5 kilometer.

Sedangkan potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik bila terjadi letusan ekplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

”Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat level lll atau ‘Siaga’. Bila diperlukan pengungsian warga di luar rekomendasi dapat dilakukan dan difasilitasi kebutuhan dasarnya,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: