Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Pemkab Sleman Siapkan Pemulangan Pengungsi Merapi, Ini Alasannya

Pemkab Sleman Siapkan Pemulangan Pengungsi Merapi, Ini Alasannya

  • calendar_month Sel, 19 Jan 2021

BNews–SLEMAN– Diketahui bersama, guguran lava pijar dan awan panas merapi tampak berada di sisi barat daya. Dan perubahan potensi bahaya berubah ditanggapi oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

Sri Purnomo mengatakan dengan perubahan potensi bahaya tersebut maka kondisi masyarakat aman dari bahaya erupsi Merapi.

“Saat ini pengungsi di Glagaharjo [Cangkringan] secara berangsur mulai kembali ke rumah. Karena memang jarak amannya diperpendek dari lima kilometer menjadi tiga kilometer,” katanya usai mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Sakti Wahyu Trenggono di Embung Gadingan, Sinduharjo, Ngaglik, Senin (18/1/2021).

Pemkab, katanya akan memfasilitasi warga jika mereka akan kembali ke rumahnya. Namun jika warga tetap ingin bertahan di barak pengungsian pun, tetap akan difasilitasi. Pemkab, lanjutnya, akan mengatur mekanisme soal pengungsian Selasa (19/1) ini.

“Sebenarnya kondisi barak pengungsian baik dari wilayah Timur (Glagaharjo) hingga Barat (Girikerto) sudah siap menerima pengungsi. Namun karena saat ini warga berada di jarak aman, jadi tidak ada masalah (untuk mengungsi),” katanya.

Sekadar diketahui, BPPTKG merilis keterangan jika potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Meskipun begitu, aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan tetap dihentikan. Selain itu, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III G. Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak G. Merapi.

“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida. (*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less