Pemudik Masuk Magelang Wajib Masuk Ruang Disinfektan

BNews—SECANG— Maraknya aksi mudik yang dilakukan oleh sejumlah orang dari luar kota membuat Pemkab Magelang antisipasi. Mereka memasang bilik disinfektan di tiga terminal utama di wilayahnya.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan pihaknya memasang tiga tenda disinfektan untuk memeriksa penumpang yang baru turun di Terminal. “Dipasang di tiga tempat. Secang, Muntilan dan Salaman,” kata Edy.

Menurutnya, tenda ini dilengkapi dengan petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh. Setelah itu penumpang yang baru turun disemprot disinfektan untuk sterilisasi dari virus.

Tenda itu, kata dia mulai dipasang hari ini (28/3/2020). Dan akan berlangsung sampai pandemi Corona (Covid-19) berakhir.

Pantuan di Terminal Secang, sejumlah penumpang yang baru saja turun dari luar kota kemudian diarahkan petugas masuk tenda. Mereka dicek kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan ke tubuh.

Sebelumnya diberitakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut sudah ada 80 ribu pemudik dari Jabodetabek ke Jawa Tengah. Hal ini membuat khawatir penyebaran virus Corona (Covid-19).

Dia pun meminta agar seluruh bupati hinga wali kota di daerahnya, menyiagakan pasukan di sejumlah terminal untuk memeriksa kondisi kesehatan setiap pemudik yang tiba. Saat ini, kata dia, pihaknya belum memiliki jumlah alat rapid test untuk mengecek setiap orang yang datang.

Loading...

“Kami cek satu-satu para bupati wali kota itu. Pak Bupati Wonogiri itu sampai turun langsung ke terminal, pasukannya dengan thermal gun, tapi kan ini udah asimtomatik. Paling ngeceknya sampai di tingkat itu. Kalau rapid tes screening juga belum sampai kita pada, belum ada peralatannya,” tuturnya.

Politikus PDIP itu pun menyayangkan beberapa masyarakat yang masih merasa kebal terhadap penularan virus corona. Dia ingin seluruh elemen masyarakat membantu pemerintah dalam menangani penyebaran virus.

“Hari ini orang-orang yang sombong merasa dirinya seperti layaknya superman bisa menyelesaikan, sudahlah sujudlah anda dalam-dalam, tidak bisa lagi kita membusung dada begitu, sudahlah,” kata dia. (wan/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: