Pemugaran Candi Mendut Dimulai, Drainase Bocor Jadi Penyebab Utama
- calendar_month Rab, 18 Jun 2025

ANTISIPASI: Candi Mendut mulai dibungkus dengan terpal mengantisipasi hujan abu Merapi, Kamis (26/11). (Foto: han)
BNews-MAGELANG – Proses pemugaran Candi Mendut yang berada di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, resmi dimulai. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya kerusakan pada bagian candi serta adanya kebocoran pada sistem drainase yang menyebabkan air meresap ke dalam tubuh candi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Manggar Sari Ayuati S.S., M.A., pada Rabu (18/6/2025).
Menurutnya, kerusakan ini sudah berlangsung cukup lama dan perlu segera ditangani agar tidak berdampak lebih serius terhadap struktur candi.
“Itu kan Candi Mendut sudah lama mengalami kerusakan kemudian kebocoran. Meskipun itu punyanya dulu Balai Konservasi Borobudur, sekarang Museum Cagar Budaya (MCB), tapi kan di bawah satu kementerian. Kemarin tugas kita perlindungan jadi dilaksanakan oleh BPK Wilayah X,” ungkap Manggar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Dalam penjelasannya, Manggar menegaskan bahwa proses pemugaran dilakukan secara parsial, bukan pembongkaran total.
Bagian yang menjadi fokus perbaikan adalah atap dan sebagian tubuh candi yang mengalami kerusakan.
Ia menyebutkan bahwa saat ini tahap awal pemugaran dimulai dengan pemasangan scaffolding, yakni struktur perancah gabungan kayu dan besi yang digunakan untuk mendukung proses rehabilitasi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Pemugaran tidak dilaksanakan total membongkar, tetapi memang cuma parsial dari tubuh itu bagian atap dan sebagian tubuh. Jadi tidak total. Jadi pembongkarannya parsial dan saat ini kita mulai pemasangan scaffolding (perancah), jadi antara kayu dan besi kita mix di situ,” jelas Manggar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rembesan air ke dalam tubuh candi menjadi faktor utama perlunya pemugaran. Kondisi kelembaban yang tinggi menyebabkan tumbuhnya jamur dan lumut pada batuan candi, yang dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan.
“Iya air masuk ke tubuhnya. Jadi merembes kalau orang Jawa. Pokoknya masuk ke dalam tubuh candinya itu,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun Instagram resmi Monumen Cagar Budaya Borobudur, hasil studi teknis pada tahun 2024; menemukan bahwa dinding Candi Mendut mengalami penggelembungan di sisi timur, utara, dan selatan.
Selain itu, ditemukan pula adanya retakan serta pertambahan tingkat keretakan batu. Kelembaban tinggi yang berasal dari rembesan air turut mempercepat proses pelapukan.
Namun demikian, kondisi kaki candi masih dinilai dalam keadaan baik. Oleh karena itu, pemugaran dilakukan dengan pendekatan rehabilitasi atau perbaikan sebagian.
Tahapan rehabilitasi dibagi ke dalam dua fase. Tahap pertama yang berlangsung pada bulan Juni hingga Desember 2025 meliputi pemasangan perancah; pembongkaran atap dan dinding luar, registrasi dan pencarian batu pengganti, serta; proses konservasi dan penyusunan percobaan.
Sedangkan tahap kedua direncanakan dilaksanakan pada tahun 2026, menyesuaikan dengan perkembangan dan hasil dari tahap sebelumnya.
Selama proses pemugaran tahap pertama berlangsung, para pengunjung tidak diperbolehkan menaiki bangunan utama candi.
Namun, wisatawan tetap diperkenankan untuk mengunjungi area halaman Candi Mendut dan menikmati keindahannya dari luar struktur. Kebijakan ini diberlakukan guna menjamin keamanan pengunjung sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan konservasi.
Pemugaran ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah melalui BPK Wilayah X dalam upaya pelestarian cagar budaya nasional, sekaligus bentuk tanggung jawab atas warisan sejarah yang bernilai tinggi. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar