Penanganan “Sunyi Senyap” Pemkab Magelang Atasi Corona

BNews—MUNGKID— Pemerintah Kabupaten Magelang sepertinya memilih jalan berbeda dengan pemerintah daerah lainnya. Mereka memilih irit bicara, tidak open open data pasien pasien terpapar Corona (Covid-19).

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi yang bisa diterima oleh borobudurnews.com. Juga media media lain di Kabupaten Magelang soal berapa sebenarnya kasus pasien dalam pemantuan (PDP) orang dalam pengawasan (OPD) dan yang positif Covid-19.

Tak ada keterangan resmi yang diberikan. Berbagai informasi simpang siur beredar di masyarakat. Beberapa kali borobudurnews mencoba menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Retno Indriastuti tak berbalas. Pesan dibaca saja. Telfon tak diangkat.

Data di web resmi infovorona.magelangkab.go.id pun tak berubah. Sejak pertama kali diluncurkan. Padahal data terus bergerak.

Pantuan di web tersebut jumlah pasien positif baru satu. Ada tujuh belas pasien dalam pemantuan (PDP) dan ada 132 orang dalam OPD. Data tak berubah.

Bupati Magelang hanya sekali melakukan jumpa pers pertengahan maret lalu. Pun setelah pemerintah pusat dan gubernur Jateng mengumumkan data bahwa ada satu warga Kabupaten Magelang Positif Corona.

Dari Pemkot Magelang data justru didapatkan. Terbaru sudah ada satu lagi warga Kabupaten Magelang yang positif Covid-19. Seorang pria. Dia dirawat di RST dr Soedjono Kota Magelang.

Selain pria itu, istrinya juga diisolasi. Juga warga Kabupaten Magelang. Dia dinyatakan PDP oleh RST dr Soedjono.

Terakhir data juga justru didapatkan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang. Yang menanyakan langsung perkembangannya. Dimana disebutkan data sementara ada 122 ODP, 19 PDP dan Positif Dua Orang.

Sehingga sudah bisa dipastikan sudah ada dua pasien positif Covid-19. Tidak ada keterngan resmi lagi yang disampaikan. Pun juga pengumuman di website.

Bandingkan dengan Kota Magelang. Website selalu update setiap harinya. Bahkan menampilkan data lengkap. Jumlah ODP, PDP dan Positif di setiap rumah sakit rujukan. Semua dipaparkan jelas. Mereka juga aktif menyampaikan pengumuman ke masyarakat.

Di Jogjakarta lebih canggih lagi. Bahkan, melalui GPS kita bisa mengetahui dimana saja titik titik rawan yang merupakan asal pasien Positif Covid-19 maupun orang yang masih berstatus PDP dan ODP. Data dibuka selebar lebarnya.

Begitu diterapkan di Jogja. Jogja langsung sepi. Semua warganya menerapkan social distancing sukarela. Tidak terpaksa.

Peta sebaran Covid-19 di Jogjakarta bisa ditracking lewat GPS HP Masing-masing. Hal ini yang membuat warga otomatis dirumah saja. (Foto : SC)

Belakangan juga muncul banyak berita bertebaran di media sosial WhatsApp. Tentang adanya pasien yang positif di beberapa wilayah. Semua dibarkan liar begitu saja.

Terakhir muncul kabar adanya pasien dari RS Panti Rapih yang meninggal di kremasi di Pemakaman China Jumoyo Salam. Info beredar pasien meninggal berstatus positif Covid-19.

Banyak warga yang berinteraksi dengan jenazah. Mulai dari persiapan pemakanman hingga proses kremasi.

Saat borobudurnews.com mencoba meminta keterangan tidak ada yang memberikan kepastian. Tim gugus penanganan Covid-19 di Kabupaten Magelang juga belum terlihat berbicara. Pejabat yang ditunjuk pun belum diketahui publik.

Dari sejumlah pesan masuk di borobudurnews.com masyarakat sebenarnya menghendaki data dibuka. Dimana saja, siapa saja yang telah terpapar Covid-19 sehingga bisa melakukan upaya upaya mandiri. Meringankan pemerintah.

Mungkin ini bagian Pemkab Magelang dalam penanganan Covid-19. Sunyi Senyap. Supaya tidak menimbulkan kepanikan. Mungkin. (tim redaksi)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: