Pengakuan Admin Mucikari Online : Diancam Diperkosa dan Dibunuh

BNews—SLEMAN—Seorang admin prostitusi online yang diungkap oleh Polres Sleman mengaku terpaksa bekerja bersama IS, 25, tersangka sekaligus mucikari. Perempuan bernisial TR, 20, itu diancam akan dibunuh jika keluar dari pekerjaan.

Hal itu diungkapkan oleh Tr, admin prostitusi online yang direkrut oleh Is, 25, warga Panggang Gunungkidul Jogjakarta. Awalnya dia mengaku tertipu lowongan perkerjaan yang ditawarkan Is di media sosial.

“Awalnya ditawari bekerja sebagai pegawai toko kerudung di Sleman. Teman saya yang PSK juga kerja disitu, “Sebelumnya tidak tahu teman jadi PSK,” ungkap Tr di Polsek Sleman.

Menurutnya, setelah sampai di Sleman dari rumahnya di Banyumas dia ternyata dijadikan admnin bisnis prostitusi online. “Terus saat aku mau keluar itu diancam aku nggak bakal selamat,” sambung dia.



TR mengaku diancam akan diperkosa ramai-ramai oleh anak buah IS jika ngotot hendak keluar dari pekerjaannya. Awal-awal, dia bahkan diminta membayar Rp1 miliar jika ingin resign dari pekerjaannya sebagai admin.

Karena takut, dia pun akhirnya mengurungkan niatnya karena muncul ancaman bakal dibunuh oleh tersangka. “Iya, kalau kabur (dibunuh), kalau mau pulang,” katanya.



Kepolisian menyebut, praktik Prostitusi Online yang dijalankan Is sudah berjalan sejak 2 Februari. Sementara TR, telah terjerumus ke bisnis ini selama 11 hari sebelum jajaran Polsek Sleman berhasil mengungkapnya 6 Maret 2020 lalu.

Loading...

Selama bekerja di bawah IS, Tr kebagian tugas menjaring pria-pria hidung belang bagi para PSK menggunakan aplikasi MiChat. Dia dijanjikan upah sebesar Rp1,5 juta sebulan.


“Balesin chat, termasuk ngatur waktu janjian,” bebernya. Hanya saja, upah selama dia bekerja seperti itu belum terbayarkan, lantaran bisnis haram ini keburu terbongkar. (wan/her)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: