PENTING !! Penyebab Ejakulasi Dini atau Lemah Sahwat Pada Pria

BNews-KESEHATAN- Ejakulasi dini adalah ketika seorang pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat saat berhubungan intim.

Hal ini juga dapat terjadi sebelum penetrasi seksual. Ejakulasi dini adalah hal yang pernah dialami oleh semua pria.

Jika terjadi secara sporadis, tidak perlu khawatir. Namun, jika 50 persen dari hubungan seksual berakhir dengan ejakulasi dini, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Durasi dalam berhubungan intim tidak ada patokan pasti karena setiap pasangan berbeda-beda.

Namun, berdasarkan penelitian, rata-rata berhubungan intim berlangsung sekitar lima setengah menit sebelum mencapai ejakulasi.

Ejakulasi dini termasuk dalam disfungsi seksual yang bisa terjadi pada siapa saja.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ejakulasi dini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Ejakulasi dini primer: Ejakulasi dini yang selalu dialami oleh seorang pria sejak pertama kali berhubungan intim atau setiap kali berhubungan intim.
  2. Ejakulasi dini sekunder: Ejakulasi dini pada seorang pria yang sebelumnya memiliki riwayat ejakulasi normal atau tanpa masalah ejakulasi.

Berikut ini adalah faktor risiko ejakulasi dini:

  • Disfungsi ereksi: Masalah ejakulasi dini dapat menjadi lebih parah jika seseorang sering mengalami masalah dalam mempertahankan ereksi. Ketakutan akan ketidakmampuan mempertahankan ereksi dapat membuat seseorang ingin menyelesaikan hubungan secara terburu-buru atau sengaja.
  • Kondisi kesehatan: Penyakit kronis seperti penyakit jantung dapat menyebabkan kecemasan dan memaksa seseorang untuk segera ejakulasi tanpa disadari.
  • Stres: Stres dapat mengganggu pikiran dan mengalihkan perhatian dari hubungan seksual.

Ada banyak penyebab ejakulasi dini, baik secara psikologis maupun fisik. Masalah psikologis meliputi gangguan kecemasan, stres, dan depresi. Sedangkan masalah fisik seperti gangguan prostat (seperti prostatitis) dan masalah tiroid juga dapat menyebabkan ejakulasi dini. Penggunaan obat-obatan terlarang juga dapat menjadi penyebab ejakulasi dini sebagai efek samping.

Gejala ejakulasi dini terjadi ketika seorang pria mencapai klimaks secara terlalu cepat saat berhubungan intim.

Diagnosis ejakulasi dini dapat dilakukan melalui riwayat kesehatan, kehidupan seksual, dan jika diperlukan, tes fisik. Tes urine atau tes darah juga dapat dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi atau level hormon pria. Dokter juga akan menanyakan seberapa sering ejakulasi dini terjadi, berapa lama pengidap mengalaminya, apakah memengaruhi kehidupan pribadi, dan apakah ejakulasi dini mengganggu hubungan dengan pasangan.

Pengobatan ejakulasi dini dapat dilakukan baik di rumah maupun dengan bantuan dokter. Salah satu cara yang dapat dilakukan di rumah adalah dengan menggunakan kondom tebal untuk mengurangi sensitivitas penis. Penanganan ejakulasi dini tidak selalu harus ditangani oleh dokter. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: