Peringatan 71 Tahun Kampung Merapi Sari Ngablak Magelang
- calendar_month Kam, 17 Apr 2025

Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menghadiri dan memberikan arahan pada acara pembinaan Kampung Pancasila dan HUT ke 71 Dusun Merapi Sari, Kecamatan Ngablak.
Sebagai umat yang beragama, penduduk di Dusun Merapi Sari juga memeluk agama yang cukup beragam antara lain; agama Islam, Katolik, Kristen Jawa (GKJ), GPDI dan Bethel.
Menurut, Supoyo masyarakat di Dusun Merapi Sari memang sangat beragam, kendati demikian keberagaman itu tidak menjadi; alasan untuk tetap saling menghargai dan menghormati. Salah satu contohnya setiap hari Kamis; bagi masyarakat yang beragama Nasrani ada kegiatan pendalaman iman, begitu juga bagi masyarakat yang beragama muslim juga diadakan kegiatan Mujadahan.
Untuk diketahui, di Dusun Merapi Sari, Desa Ngablak ini sendiri pada tahun 1954 menjadi desa penyangga bagi masyarakat; terdampak letusan gunung merapi seperti salah satunya di wilayah Kecamatan Dukun dan sekitarnya.
Sehingga masih banyak masyarakat yang berasal dari lereng Merapi yang masih tinggal di Dusun Merapi Sari tersebut hingga saat ini, sehingga nama dusunnya menjadi Merapi Sari.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Jiwa gotong royong ini memang sudah ada sejak tahun 1954 dimana waktu itu tempat penampung bagi para pengungsi Merapi; masih belum ada dan belum selesai di bangun, sehingga masyarakat di lereng Merapi di terima untuk mengungsi di sini,” jelas Supoyo.
lebih lanjut Supoyo menceritakan bahwa pada tahun 1954 masyarakat di Dusun Merapi Sari hampir semuanya buta huruf; atau tidak dapat membaca, namun saat ini masyarakat di Dusun tersebut telah bebas dari buta huruf.
Sementara untuk tingkat pendidikan tingkat SD di Dusun Merapi Sari ini mencapai 25 persen, SMP 35 persen, SLTA 25 persen dan perguruan tinggi 15 persen. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar