Peringati 5 Tahun Erupsi Merapi, Seniman Gelar Teatrikal

BNews–MAGELANG– Peringatan lima tahun pascaerupsi Merapi digelar di Gardu Pandang Ketep Pass Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, kemarin. Prosesi diwarnai dengan doa bersama dan aksi taterikal oleh para seniman Merapi.
Budayawan Merapi Sitras Anjilin mengatakan bahwa Gunung Merapi dianggap sebagai sumber bencana ketika ada korban jiwa. Sitras menilai jika saja manusia tidak tinggal di kaki Gunung Merapi maka tidak akan ada korban jiwa.
“Gunung Merapi sebenarnya bukan ancaman. Merapi tidak pernah memusuhi manusia namun manusialah yang memusuhi Merapi. Erupsi merupakan cara Gunung Merapi membangun dirinya sendiri,” ujar dia.
Kepala Disparbud Edi Susanto kemudian memotong tumpeng selamatan dan diberikan kepada perwakilan seniman, relawan dan wartawan. Peringatan ini kemudian ditutup performance art seniman Agus Merapi.
“Ketika Merapi menghadirkan kegarangannya ternyata manusia tidak bisa melakukan apa-apa. Manusia bukan siapa-siapa dan tidak berdaya menghadapi Merapi,” kata Edi.
Edi mengatakan erupsi 2010 menimbulkan dampak besar, bahkan museum Merapi di Ketep Pass terpaksa tutup karena tertutup debu vulkanik tebal. Wisatawan juga membatalkan kunjungan ke Candi Borobudur dan Ketep Pass. Karena itu, Edi mengajak masyarakat mengambil hikmah keberadaan Gunung Merapi. (ha)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: