Persiapan Pilwalkot Magelang, Bawaslu Awasi Rekrutmen PPS Kelurahan

BNews—MAGELANG— Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Magelang melakukan pengawasan langsung dalam proses perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Pengawasan dilakukan agar pelaksanaan perekrutan yang dilakukan KPU setempat sesuai jalur aturan yang ditetapkan.

Ketua Bawaslu Endang Sri Rahayu Andayaningsih menuturkan, Bawaslu melakukan pengawasan pada setiap tahap perekrutan PPS dalam persiapan Pilwalkot Magelang 2020. Dimulai saat pengumunan perekrutan, dicek sudah ada tidaknya pengumuman informasi sesuai regulasi.

”Kami sudah cek mengenai pengumunan dan ternyata tidak ada kendala,” tuturnya kepada Borobudur News, hari ini (18/2).

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk memonitoring terkait penyebaran informasi di setiap kecamatan di Kota Magelang.

”Sudah ada penempelan di papan pengumuman kantor setiap kecamatan apa belum, dan sudah terlaksana,” papar perempuan yang karib disapa Yayuk.

Terang dia, proses perekrutan PPS sejak tanggal 15 Februari hingga saat ini masih dalam tahap pengambilan formulir di Kantor KPU. Pihaknya datang untuk melakukan pengawasan seperti antusiasme masyarakat, kenetralan calon pendaftar serta pemenuhan syarat-syarat sesuai peraturan yang berlaku.

”Iya, saat pengambilan berkas, kami sudah mengawasi calon pendaftar, apakah sudah 17 tahun dengan syarat wajibnya harus sudah lulus SMA. Jadi meskipun calon pendaftar sudah 17 tahun tapi belum lulus SMA, ya, tidak bisa mendaftar,” terangnya.

Masih menurut Yayuk, selama pengawasan belum ada temuan yang menyalahi aturan. Selain mengawasi perekrutan, pihaknya juga sedang mempersiapkan sosialisasi kepada stokeholder dan masyarakat terkait politik dan netralitas birokrasi. Yang akan dilaksanakan mulai bulan Maret mendatang.

”Sosialisasi lebih kepada netralitas Pilkada, contohnya pelarangan money politik,dan yang paling penting nentralitas ASN,” ujarnya.

Imbuh dia, Bawaslu sangat mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan Pilwalkot Magelang 2020. Bukan hanya saat pemilihan pada bulan September saja, tetapi mulai dari sekarang sudah ikut terlibat. Contohnya, tidak tergiur alias menolak praktik money politik.

”Karena tanpa masyarakat, Bawaslu sendiri tidak bisa menjangkau sampai ke lingkup-lingkup kecil,” pungkasnya. (cr1/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: