Petani Magelang Keluhkan Pupuk Subsidi Langka

BNews—MAGELANG—Sejumlah petani di wilayah Kabupaten Magelang mengeluh kesulitan pupuk. Selain langka, harganya juga naik dua kali lipat dari harga normal.

Hal tersebut diperparah dengan anjloknya harga hasil panen mereka. Hingga membuat mereka mengalami  kerugian besar.

Keluhan tersebut datang dari beberapa petani di Desa Seloboro, Kecamatan Salam dan sekitarnya. Kemudian petani Desa Jamuskauman, Desa Karangtalun, Desa Somokaton, Kecamatan Ngluwar. Begitu pula dengan petani dari wilayah Kecamatan Dukun, dan Sawangan.

”Kami para petani di Kabupaten Magelang saat ini keluhannya sama yakni pupuk sulit didapat. Kalau pun ada, harganya mahal padahal pupuk ini subsidi pemerintah,” keluh para petani, pada Sabtu (10/10/2020). Dikutip dari Beritabersatu.com.

Mereka mengaku bingung. Disaat pemerintah saat ini ingin memulihkan perekonomian ditengah kondisi pandemi Covid-19 dan meningkatkan ketahanan pangan, justru pupuk subsidi malah sulit didapatkan. Mereka pun tak mengetahui ikhwal penyebab pupuk ini langka.

Sebagai informasi, per hari Minggu (11/10/2020) harga cabe rawit dan tomat di petani, terjun bebas hingga level Rp 3.200 per kg. Begitu juga dengan terong, pare, sawi, kacang panjang, timun dan kol serta bawang prei, harganya anjlok. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: