Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Plagiarisme di Kalangan Terpelajar – Ketika Intelektualitas Dikalahkan oleh Kemalasan

Plagiarisme di Kalangan Terpelajar – Ketika Intelektualitas Dikalahkan oleh Kemalasan

  • calendar_month Sel, 10 Jun 2025

BNews-OPINI- Plagiarisme semakin marak terjadi dikalangan mahasiswa, plagiarisme merupakan tindakan meniru karya orang lain tanpa sepengetahuan orang yang mempunyai karya dan tanpa mencantumkan sumber yang benar.

Pelaku Plagiarisme bukan hanya berasal dari mahasiswa yang kurang pintar dalam akademik, tetapi kebanyakan mahasiswa yang melakukan Plagiarisme berasal dari mahasiswa yang cukup pintar dalam akademik.

Mereka melakukan plagiarisme karena ingin menempuh jalan pintas dalam mengerjakan suatu hal baik tugas kuliah maupun tugas yang lainnya, mereka malas untuk berpikir sehingga menjiplak karya orng lain.

Fenomena plagiarisme atau menjiplak karya orang lain yang terjadi di kalangan mahasiswa merupakan cerminan dari sebuah kemerosotan akademik yang ada di kalangan terpelajar.

Mahasiswa merupakan pilar utama dalam dunia pendidikan tinggi, mahasiswa sudah seharusnya menjunjung tinggi kejujuran intelektual dan mengedepankan proses.

Ketika plagiarisme menjadi “budaya” di kalangan mahasiswa, maka hilanglah makna sejati dari proses belajar. Tugas dan skripsi yang harusnya menjadi refleksi pemikiran orisinal, justru berubah menjadi tumpukan salinan dari internet atau karya orang lain.

Mahasiswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosen tanpa memplagiasi atau menjiplak karya orang lain, namun mahasiswa seing beralasan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Tekanan akademik, kurangnya waktu, minimnya pemahaman, hingga kurangnya pengawasan dari dosen menjadi latar belakang plagiasi itu terjadi, namun alasan-alasan tersebut tidak dapat membenarkan plagiarisme.

Plagiarisme tidak hanya pelanggaran aturan akademik, tetapi juga pengkhianatan terhadap nilai keilmuan yang menjunjung tinggi kejujuran, keaslian, dan integritas intelektual.

Tindakan plagiarisme menyalahi proses ilmiah yang seharusnya didasari oleh usaha mandiri dalam mencari hingga pada proses menyampaikan gagasan atau informasi.

Praktik plagiarisme yang dibiarkan pada waktu yang lama akan menghasilkan lulusan yang rapuh dan dangkal baik secara intelektual maupun secara moral.

Ketika seseorang melakukan tindakan plagiarisme, dia tidak hanya menjiplak atau mengambil karya orang lain tanpa izin dari pemilik karya tersebut, dia tidak hanya memplagiasi tetapi dia juga meragukan dirinya sendiri.

Tidak hanya itu budaya plagiarisme yang dibiarkan akan menjadi kebiasaan dalam kehidupan setelahnya, mereka akan terbiasa; untuk mengambil ide orang lain atau bahkan mencuri ide orang lain secara diam-diam dan mengakui ide tersebut; sebagai ide yang mereka hasilkan sendiri.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Lebih jauh lagi, budaya plagiarisme yang dibiarkan akan menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologil; karena menutupi kemampuan baru atau ide baru yang orisinil.

Sebagai mahasiswa, juga harus menyadari bahwa tindakan plagiarisme merupakan tindakan yang tidak hanya tercela tetapi juga memalukan untuk di lakukan.

Ketika memilih untuk meniru atau menyalin karya orang lain tanpa memberikan penghargaan yang semestinya; maka menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab serta mengabaikan proses belajar yang sesungguhnya. .

Institusi pendidikan tinggi perlu melihat kasus ini dan menangani secara serius, tidak hanya memberi sanksi; dengan memberikan hukuman sebagai efek jera.

Selain memberikan hukuman institusi perguruan juga perlu melakukan edukasi kepada mahasiswa dengan membekali membekali; pemahaman bahwa karya sendiri lebih berharga dan lebih baik daipada menjiplak hasil karya orang lain. (Hana Warda-Universitas Tidar)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less