Polisi Terjunkan Tim Virtual Awasi Status Dan Komentar Netizen Di Medsos

BNews–JATENG– Tim Virtual Police diterjunkan oleh pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo. Hal ini untuk mengawasi unggahan di media sosial.

Dan ternyata, bukan hanya unggahan status, mereka juga memelototi komentar netizen di akun Instagram yang memiliki jumlah pengikut cukup besar.

Dalam sebulan terakhir mereka memburu dua netizen. Semuanya gara-gara memberikan komentar yang dinilai bermuatan hoaks.

“Mereka membuat konten bermuatan hoaks yang kemudian kami konfirmasi. Selanjutnya mereka minta maaf secara terbuka,” kata Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak (15/3/2021). dikutip kumparan.

Kasus pertama terjadi pada 8 Maret lalu. Polisi menangkap pria bernama RAI yang meninggalkan komentar di sebuah unggahan akun Instagram berpengikut banyak.

Akun itu mengunggah pemberitaan  di media massa bahwa polisi akan mengerahkan drone untuk mengawasi kawasan yang sering digunakan sebagai tempat mangkal para pekerja seks komersial. RAI meninggalkan komentar yang dinilai bermuatan hoaks.

Sedangkan kasus kedua, warga Slawi bernama AM mengomentari pemberitaan mengenai permintaan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming yang meminta final Piala Menpora digelar di Solo.

Berita itu diunggah di Instagram oleh akun @garudarevolution yang memiliki pengikut lebih dari 12 ribu akun. Di bawah postingan tersebut, AM memberikan komentar melalui akun Instagram miliknya, @arkham_87.

“Tau apa dia tentang sepak bola, taunya cuma dikasih jabatan saja,” tulis AM di kolom komentar. Lantaran enggan menghapus komentar itu, AM lantas dipanggil ke Polresta Solo pada Senin (15/03/2021).

Menurut Ade, polisi selalu mengedepankan pendekatan dengan meminta pemilik akun untuk menghapus komentarnya. “Tapi tidak diindahkan,” katanya. Polisi lantas menindaklanjuti dengan pemanggilan maupun penjemputan.

Meski demikian, lanjutnya, kedua netizen itu hanya diminta untuk meminta maaf dan membuat surat pernyataan. “Kami melakukan pendekatan restorative justice,” kata Ade. Mereka lantas dilepaskan tanpa diproses lebih lanjut.

“Langkah ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi pengguna medsos lainnya agar lebih bijak,” kata Ade. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: