Polres Magelang Kota Bongkar Modus Baru Narkoba Dalam Bungkus Permen

BNews—MAGELANG— Satuan Reserse Narkoba Polres Magelang Kota berhasil mengamankan dua tersangka pemakai dan pengedar narkoba di wilayah hukumnya. Dalam aksinya, para pelaku menggunakan modus baru untuk mengelabuhi petugas. Yakni dengan memasukkan narkotika jenis sabu ke dalam kemasan bungkus permen.

Pelaku diketahui berinisial SPG, 43, dan MZA, 30.  Keduanya merupakan warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi menjelaskan, penggunaan bungkus permen diakui baru kali pertama diungkap. Pelaku sengaja membeli sebungkus permen untuk dimanfaatkan bungkusnya saja. Sedang permen dibuang.

”Dari pengakuaan tersangka saat diperiksa, alasan menggunakan modus tersebut karena untuk memudahkannya saat mengedarkannya,” jelas Idham saat ungkap kasus di Mapolres Magelang Kota, Kamis (30/1).

Idham menerangkan, para pelaku berhasil diamankan hari Rabu, (8/1) sekitar pukul 13.00 WIB dirumahnya masing-masing. Pengungkapan itu berkat adanya informasi dari masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas seorang residivis narkotika, SPG, yang sering memperjualbelikan sabu.

”Setelah ada informasi, tim opsnal terjun langsung untuk menangkap SPG dan MZA yang merupakan tetangga pelaku sekaligus komplotannya,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Dalam penggrebekan tersangka, di rumah SPG ditemukan 18 paket sabu dibungkus permen Relaxa warna biru dan dua paket bungkus permen Kiss warna merah. Masing-masing paketnya seberat 0,5 gram.

”Selain itu ada satu paket plastik klip sabu seberat 4,37 gram, kemudian tiga paket plastik klip sabu seberat 0,45 gram,” ungkap dia.

Sedangkan dari MZA berhasil mengamankan sepuluh paket sabu diisolasi warna hitam dengan berat masing- masing paket satu gram. Semua paket sabu tersebut diletakkan dalam saku jaket tersangka.

”Total sabu dari keduanya yang diamankan seberat 25,72 gram,” ucapnya.

Salah satu tersangka, SPG, mengaku barang haram tersebut didapat dari Parakan Temanggung. Setelah paket diambil, barang kemudian dimasukkan ke dalam bungksus permen dan diantar sesuai komando. Sedang yang memberikan perintah, hingga kini masih dalam pengejaran kepolisian.

”Saya hanya kurir. Yang punya sabu dulu teman saya saat sama-sama di Lapas. Satu titik (tempat transaksi) diupah Rp 50 ribu,” akunya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1). Dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (cr1/bsn/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: